JABAR-BANTEN

Aktivis Perempuan Tasikmalaya Harap Rektor Terpilih Unsil Progresif dan Inklusif

MONITOR, Jakarta – Aktivis perempuan muda di Tasikmalaya, Neni Nur Hayati, sekaligus Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia angkat bicara terkait dengan pemilihan rektor Universitas Siliwangi atau Unsil.

Diketahui saat ini telah ada tujuh Bakal Calon Rektor Unsil Periode 2022-2026, tiga diantaranya dari eksternal dan empat calon dari internal. Menurutnya, rektor adalah pemimpin di perguruan tinggi. Kebijakannya jelas akan sangat menentukan arah universitas yang akan datang. Maka, sangat penting untuk mengenali dengan baik rekam jejak para kandidat rektor.

“Saya berharap bahwa rektor terpilih nanti adalah yang progresif, konstruktif, pemimpin yang inklusif, tidak menutup diri dari aspirasi dan tidak alergi atas berbagai macam kritik, memiliki jejaring yang luas baik itu lokal, nasional dan international, ada jaminan kebebasan melakukan diskusi ilmiah serta memiliki kemampuan manajerial yang kompeten,” terang Neni dalam keterangannya, Selasa (18/1/2022).

Neni juga mendorong agar publik dapat terlibat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan masukan dan saran bakal calon rektor, sehingga rektor terpilih mampu memenuhi harapan yang tinggi untuk membawa Unsil masuk sebagai perguruan tinggi terbaik, memberdayakan seluruh potensi alumni, mampu menjawab berbagai dinamika dan tantangan dalam dunia perguruan tinggi.

“Ekspose publik menjadi kesempatan bagi masyarakat secara luas untuk mengenal rekam jejak dan visi misi bakal calon rektor agar dapat memberikan hasil yang terbaik, tidak hanya untuk perbaikan Unsil kedepan, tetapi juga bangsa Indonesia,” ujar Neni.   

Sebagai aktivis perempuan, Neni berharap kampus unsil menjadi universitas yang terbebas dari kasus kekerasan seksual. Meningkatnya kasus kekerasan seksual di berbagai kampus lainnya harus menjadi alarm yang kuat dan melakukan pencegahan dengan maksimal agar kasus tersebut jangan sampai terjadi di kampus Unsil.

“Saya juga berharap bahwa bakal calon rektor memiliki komitmen kuat untuk melakukan pencegahan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan yang kerapkali terjadi di perguruan tinggi. Kampus harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh civitas akademika. Oleh karenanya, dibutuhkan figure pemimpin yang memiliki perspektif gender utuh dan baik,” jelasnya.

Neni menekankan agar tidak menggunakan dan memonopoli isu-isu yang remeh temeh untuk memperoleh kemenangan. Semakin banyak alternatif pilihan justru semakin bagus untuk iklim demokrasi di kampus.

“Jangan sampai ada unfairness kontestasi dalam pemilihan rektor ini. Pilihan harus rasional berdasarkan visi misi yang programatik untuk Unsil yang lebih baik, bukan menciptakan isu yang kontraproduktif dan tidak sehat,” tutupnya.

Recent Posts

HUT ke-80 Polri, Komisi III DPR Harap Polisi Makin Humanis dan Responsif

MONITOR, Jakarta - Dalam rangka HUT ke-80 Polri yang diperingati setiap tanggal 1 Juli, Anggota…

2 jam yang lalu

PPIU Diminta Tertibkan Kedatangan dan Bagasi Jemaah Umrah di Terminal 2F

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Bina Haji Khusus dan Umrah meminta…

4 jam yang lalu

Kemenag Dorong PSGA Jadi Pusat Rujukan Nasional Gender dan Anak, Garda Terdepan Kampus Bahagia Tanpa Kekerasan

MONITOR, Cirebon — Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamarudin Amin, menegaskan bahwa Pusat Studi Gender dan Anak…

5 jam yang lalu

Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara 2026, Puan: Polri Harus Terus Buktikan Komitmen Sebagai Pelayan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri upacara peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun…

13 jam yang lalu

Kasus Dokter di NTT, Komisi IX DPR: Tenaga Kesehatan Harus Dilindungi dari Intimidasi dan Didukung Kesehatan Jiwanya

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyampaikan duka cita mendalam…

13 jam yang lalu

DPR Desak Pemerintah Konkretkan Formula Pembiayaan PPPK di Daerah Melalui APBN

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin meminta pemerintah pusat untuk segera mengkonkretkan…

15 jam yang lalu