PERISTIWA

Kenaikan UMP Dianggap Kurang, Buruh Geruduk Kantor Anies

MONITOR, Jakarta – Kebijakan kenaikan UMP DKI yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, ternyata masih dianggap kurang banyak oleh buruh. Merespon kenaikan UMP, para buruh melakukan aksi protes dengan mendatangi kantor Anies di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (29/11/2021).

Para buruh meminta Anies untuk membatalkan kenaikan UMP 2022, karena UMP DKI hanya naik hanya Rp37.749,- Massa mulai memadati kantor Anies tersebut sejak pukul 09.00 WIB. Mereka tergabung dari sejumlah elemant atau serikat buruh yang ada di Jakarta.

Dalam aksinya, massa juga meminta untuk bertemu dengan Gubernur Anies untuk menyampaikan tuntutan kenaikan UMP senilai 10 persen. Beberapa dari mereka pun melakukan orasi secara bergantian.

“Seperti janji-janji kami sebelumnya, bahwa kami akan terus kembali ke jalan untuk meminta kenaikan UMP 7 – 10 persen,” teriak buruh dalam orasinya.

Dikatakannya bahwa kenaikan Rp37.749,- tidak dapat untuk memenuhi kebutuhan hidup, terlebih dengan tingginya hidup di Ibu Kota saat ini. Karena itu, kenaikan UMP DKI tahun 2022 perlu direvisi dan ditolak.

Sebelumnya, Ketua Perwakilan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (Perda KSPI) DKI Jakarta, Winarso mengatakan bahwa buruh meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mencabut SK penetapan UMP 2022.

“kKSPI akan memaksimalkan aksi massa sampai dengan gubernur memenuhi tuntutan mereka terkait UMP DKI Jakarta tahun 2022 tanpa Omnibus Law yang sudah dinyatakan Inkonsitusional oleh MK,” pungkasnya.

Recent Posts

Kemenag Integrasikan SIMPEG dan Gaji Web, Urusan Gaji Pegawai Jadi Satu Data

MONITOR, Jakarta - Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) terus memperkuat transformasi digital dalam…

30 menit yang lalu

Asrama Haji Jadi Pusat One Stop Services, Umrah Kini Makin Efisien

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah mematangkan langkah strategis untuk mentransformasi asrama…

2 jam yang lalu

Raih Gelar Doktor di Universitas Jember, Gus Khozin Soroti Problem Tata Kelola BUMD

MONITOR, Jember – Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Muhammad Khozin, resmi meraih gelar doktor…

3 jam yang lalu

335 Harta Karun Kerajaan Lombok Kembali, DPR Tekankan Riset Sejarah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, menekankan pentingnya produksi pengetahuan dari…

8 jam yang lalu

KKP Pastikan Karbon Biru Indonesia Berprinsip High Integrity

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan memastikan pengelolaan ekosistem karbon biru nasional memegang prinsip…

9 jam yang lalu

Kemenag dan Flinders University Perkuat STEM di Madrasah

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama terus mempercepat transformasi pendidikan madrasah berbasis sains dan teknologi melalui…

11 jam yang lalu