MEGAPOLITAN

Anggarannya Mau Dicoret, Wagub DKI Ingatkan Manfaat Sumur Resapan

MONITOR, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengingatkan pentingnya keberadaan sumur resapan untuk mempercepat genangan air supaya cepat surut. Hal tersebut diungkapkan Riza Patria menanggapi adanya sejumlah anggota dewan yang menolak anggaran pembuatan sumur resapan di tahun 2022.

“Semua usulan program memang dievaluasi diskusikan bersama dengan DPRD, direncanakan oleh dinas atau SKPD yang kemudian dibahas. Hasilnya, bisa disetujui bisa ditolak bisa dikurangi bisa ditambah, seperti program pembuatan surmur resapan ini,” kata Riza Patria kepada wartawan di Balaikota Jakarta.

Ia mengaku sangat menghormati pendapat rekan-rekannya di DPRD terkait usulan dari dinas, namun ia menegaskan bahwa program sumur resapan ini merupakan program yang sudah dilaksanakan di periode sebelumnya, bukan hanya periode saat ini.

Menurut Riza, program ini juga sangat baik membantu mempercepat genangan air segera suru

“Karena dibuat ditempat-tempat yang memang terjadi genangan, kita liat dalam dua tahun ini kan terasa manfaatnya dari sumur resapan,” terangnya.

Namun demikian, ketika ada usulan penolakan pembuatan sumur resapan, pihaknya menghormati pendapat DPRD DKI Jakarta.

Seperti diketahui, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengatakan, pihaknya menolak usulan anggaran sebesar Rp 100 miliar lebih yang akan digunakan untuk pembuatan sumur resapan.

Penolakan itu dilakukan pada rapat Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) RAPBD 2022. Alasannya, untuk menghapus anggaran sumur resapan karena program itu dianggap tidak memberikan dampak dan manfaat dalam pengendalian banjir. Padahal, jumlah uang yang digelontorkan sudah sangat besar.

“Tahun ini diajukan sekitar Rp 100 miliar sekian, gak sampai Rp 200 miliar. 2021 yang besar, Rp416 miliar kalau tidak salah. Besar kan,” ujar Gembong di DPRD DKI Jakarta, Jumat (12/11).

Gembong menyayangkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tak memakai dana pembuatan sumur resapan untuk merelokasi penduduk di bantaran kali agar normalisasi dapat berjalan.

“Kalau dulu Pak Anies mau melakukan eksekusi dua pekerjaan, bisa selesai sekaligus. Penataan permukiman bisa tertata dengan baik kemudian pengentasan banjir juga bisa dilakukan dengan baik,” kata Gembong.

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Transformasi Tata Kelola UMKM Melalui SAPA UMKM

MONITOR, Lombok Barat – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan transformasi…

5 jam yang lalu

Kemenag Tegaskan Madrasah Harus Bebas Kekerasan, Dirjen Pendis: Dorong Kurikulum Berbasis Cinta Lewat Matamuda 2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, menegaskan bahwa madrasah…

7 jam yang lalu

Anak Gunung Krakatau Aktif, Waka Komisi V DPR Ingatkan Pentingnya Keamanan Masyarakat dan Jalur Pelayaran

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…

12 jam yang lalu

Siswa Diduga Korban Bullying Ledakkan Bom Rakitan, Legislator Dorong Ciptakan Lingkungan Sekolah yang Guyub

MONITOR, Jakarta - Anggota DPR RI Alex Indra Lukman menyoroti aksi seorang pelajar berinisial R…

13 jam yang lalu

Menag Resmi Buka KKN Nusantara VI 2026: Mahasiswa dari 42 PTK Se-Indonesia Bawa Semangat Ekoteologi di Tanah Baduy

MONITOR, Serang - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, secara resmi membuka…

18 jam yang lalu

Puan Soal Krisis Murid di Sekolah Negeri: Harus Jadi Alarm Tata Ulang Pelayanan Pendidikan Dasar Nasional

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid…

1 hari yang lalu