PERTANIAN

Produktivitas Meningkat, Bandung Barat Tingkatkan Luas Tanam Padi Empat Kali Setahun

MONITOR, Bandung Barat – Dalam rangka upaya meningkatkan produksi dan produktivitas padi perlu dilaksanakan budidaya dengan teknologi tertentu, salah satunya dengan Program Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman (OPIP).

Program yang digagas Mentan Syahrul Yasin Limpo ini sebagai langkah meningkatkan indeks pertanaman dari yang awalnya dua atau tiga kali tanam dimaksimalkan bisa empat kali tanam setahun. Tahun 2021 Kementan mengalokasikan 9.800 hektar, salah satunya di Bandung Barat.

Kabupaten Bandung Barat ikut berperan dalam program tersebut dengan tanam tiga kali menjadi empat kali setahun. Adapun lokasi kegiatan OPIP empat kali tanam setahun terdapat di 3 Kecamatan dengan luas total 65 ha, yaitu Kecamatan Padalarang seluas 15 ha, Kecamatan Cipeundeuy seluas 25 ha, dan Kecamatan Cikalongwetan seluas 25 ha. Lokasi tersebut adalah lokasi dengan cukup air sepanjang tahun.

Menurut Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Bandung Barat Heru Budi Purnomo, kegiatan OPIP sangat dirasakan manfaatnya dalam peningkatan produksi dan produktivitas.

“Alhamdulillah lokasi OPIP di Kabupaten Bandung Barat yang mempunyai produktivitas rata-rata 63 kuintal/hektar dapat meningkat menjadi 65 kuintal/hektar dengan teknik budidaya yang intensif yaitu mengunakan benih varietas genjah dan sangat genjah, pengolahan lahan yang dipercepat dan semai benih di luar lokasi pertanaman OPIP,” ujar Heru.

Kegiatan panen bersama OPIP  dilakukan bersama dengan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat di Kelompok Tani Bojongjaya Kecamatan Cipeundeuy pada MTIII  varietas Pajajaran dengan produktivitas sebesar 65 kuintal/hektar.

Kabupaten Bandung Barat berupaya untuk dapat meningkatkan luasan pertanaman dengan OPIP pada tahun 2022 seluas 235 ha di 4 kecamatan. Kami optimis dengan adanya kegiatan OPIP empat kali tanam setahun dapat meningkatkan produksi dan produktivitas sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Sementara itu Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyampaikan tanam empat kali setahun merupakan solusi dari berkurangnya areal lahan karena alih fungsi lahan serta pertambahan penduduk.

“Kunci sukses terobosan tanam empat kali setahun adalah benih genjah 75-90 hari, jarak panen ke tanam 5-10 hari dengan alsin, pengendalian hama penyakit ramah lingkungan, serta air tersedia sepanjang waktu dengan teknologi hemat air,” sebut Suwandi.

Ia juga menyebut model padi tanam empat kali setahun ini  harus dalam skala luas 500-1.000 ha, dikelola wadah korporasi, integrated farming dari hulu hingga hilir, bisa hasilkan beras premium, serta didukung KUR.

“Tahun 2021 di 98 Kabupatan seluas 9.800 ha. Tahun 2022 akan ditingkatkan di kecamatan dan kabupaten lain. Harapan kami agar tahun depan ditanam  lebih luas lagi menyebar kecamatan/kabupaten lain ke minimal 30.000 ha hingga 100.000 ha,” tandas Suwandi

Recent Posts

Puan Soal Krisis Murid di Sekolah Negeri: Harus Jadi Alarm Tata Ulang Pelayanan Pendidikan Dasar Nasional

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid…

29 menit yang lalu

Dorong HKI PVT, Pusat PVTPP Kementan Terus Tingkatkan Inovasi Varietas Unggul

MONITOR, Jakarta - Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus…

5 jam yang lalu

Antisipasi PPPK Dirumahkan Buntut Efisiensi, Legislator Sebut Lebih Baik Hapus Kegiatan Seremonial

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menyoroti fenomena dirumahkannya Pegawai Pemerintah…

16 jam yang lalu

Gunung Anak Krakatau Aktif, Puan Dorong Kesiapsiagaan Nasional Demi Keselamatan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah melakukan persiapan yang matang menyusul…

16 jam yang lalu

BBM Nelayan Rp15.000, GNTI: Benahi Akses dan Tata Kelola agar Kebijakan Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Ketua PP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Bidang Nelayan, Sarana dan Prasarana,…

1 hari yang lalu

LSAK Desak Presiden Copot Jaksa Agung, Sebut Jadi Tolok Ukur Independensi Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta – Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Presiden segera mencopot Jaksa Agung ST.…

1 hari yang lalu