MEGAPOLITAN

Perkokoh Konstruksi, 160 Tiang Pancang Dipasang di Jembatan GDC

MONITOR, Depok – Pembangunan Jembatan Grand Depok City (GDC) di Kecamatan Cilodong memasuki tahap pemancangan. Saat ini pihak kontraktor sedang mengerjakan pemasangan 160 tiang pancang di empat sisi jembatan.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, berdasarkan informasi dari pihak kontraktor, demi memperkokoh konstruksi jembatan dipasang 40 tiang pancang di setiap sisi, seluruhnya ada empat sisi. Total ada 160 tiang pancang yang sedang ditanam.

“Jadi pemasangan ini agar pondasi tiang pancang lebih kuat menahan seluruh beban jembatan ke dasar tanah,” kata Idris kepada wartawan, Rabu (22/09).

Dijelaskannya, untuk ke dalaman setiap tiang pancang Jembatan GDC ini mencapai enam meter. Saat ini, ujar Idris, pekerjaan jembatan secara total sudah memasuki penutupan minggu ke-6 dari Surat Perintah Kerja (SPK) pembangunan jembatan GDC.

“Selain sudah memasuki proses pemancangan, juga sedang dilakukan galian untuk pile cap,” ujarnya.

Idris menuturkan pile cap menjadi salah satu dari bagian pekerjaan struktur bangunan yang wajib untuk dikerjakan agar bangunan dapat berdiri dengan kokoh.

“Setelah pemasangan tiang pancang, awal November 2021 pekerjaan akan dilanjutkan dengan pemasangan dudukan plat rongga. Untuk pengecoran ada tiga tahap. Pengecoran selesai akhir November dan Desember akan dilakukan finishing,” tuturnya.

Lebih lanjut, ujarnya, ketika jembatan rampung dikerjakan nantinya, satu jembatan memiliki lebar 20 meter dan panjang 11 meter. Dengan demikian total dua jembatan memiliki lebar 40 meter.

“Targetnya sebelum tanggal 24 Desember pekerjaan sudah selesai,” ungkapnya.

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR, Citra Indah Yulianty menuturkan, pengerjaan Jembatan GDC yang berada di jalan utama ini harus dilakukan sekaligus. Selain juga harus berhati-hati agar kualitasnya baik.

“Setelah berkoordinasi dengan pihak Polres, Dishub dan pemborong, pengerjaan harus dilakukan sekaligus. Karena kalau separuh-separuh atau hanya satu bidang jalan, dikhawatirkan konstruksinya tidak maksimal,” terangnya.

Citra menyatakan, hingga kini, kendala pembangunan jembatan GDC secara total yakni cuaca buruk atau hujan deras yang mempengaruhi proses pekerjaan di lapangan. Khususny pada pekerjaan pemancangan, galian pile cap dan pembuatan kistdam

“Dari segi pengaruh cuaca atau hujan deras untuk mengantisipasi luapan sungai, sudah dilakukan pelebaran dimensi aliran sungai. Namun hal tersebut masih belum cukup untuk menangani permasalahan yang ada di lapangan,” tuntasnya.

Untuk diketahui, pembangunan jembatan GDC di Kecamatan Cilodong ini memiliki pagu anggaran senilai Rp 7 miliar. Namun, untuk kontrak pembangunan senilai Rp 6.521.483.204,50.

Recent Posts

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

MONITOR, Yogyakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia menekankan pentingnya penguatan pelindungan…

3 jam yang lalu

Prodi K3 Polteknaker Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes

MONITOR, Jakarta - Program Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker)…

18 jam yang lalu

Kemenhaj Gelar CAT PPIH 2027 Non Nakes Serentak, Gandeng BKN untuk Perkuat Transparansi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam pelaksanaan Computer…

1 hari yang lalu

Rektor UID Buka PBAK 2026, Tekankan Adab, Prestasi, dan Kontribusi Mahasiswa

MONITOR, Depok - Universitas Islam Depok (UID) resmi membuka rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan…

2 hari yang lalu

Menaker: Kunci Wirausaha Bukan Sekadar Dapat Pelanggan, tapi Menjaga Hubungan

MONITOR, Bandung Barat – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan salah satu kunci keberhasilan dalam berwirausaha…

3 hari yang lalu

Kemenperin Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Insiden Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang…

3 hari yang lalu