PERTANIAN

Kementan Dorong Pentingnya Kemitraan Industri dan Petani Singkong

MONITOR, Sumut – Singkong dikenal sebagai makanan penghasil karbohidrat yang daunnya bisa dimanfaatkan sebagai sayuran. Singkong ini telah dibudidayakan di Indonesia sejak ratusan tahun lalu dan berpotensi menjadi salah satu alternatif pangan strategis bagi pembangunan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, dalam acara Webinar Propaktani Episode 87 melalui zoom & youtube.com/propaktani pada (4/9) mengatakan bahwa yang menjadi kunci dalam pengembangan singkong adalah teknologi pengolahan. Ada sekitar 28 produk turunan yang bisa dimanfaatkan untuk dikembangkan ke pasar maupun supermarket dengan branding yang bagus. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo sebagai langkah diversifikasi pangan lokal dengan menonjolkan produk umbi-umbian, menjalankan sistem korporasi serta yang bagusnya lagi sudah berorientasi ke ekspor.

“Makanan lokal kuncinya ada di hilir market driven, bagaimana men-create pasar supaya pangan lokal jadi lifestyle. Bangun market drivennya, pasar dibangun, baru produksi mengikuti. Kalau pasar bagus petani akan mengikuti berproduksi” ujar Suwandi.
Potensi singkong masih sangat besar di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumatera Utara yang memiliki sejumlah lahan kritis. Guru Besar Universitas Brawijaya, Wani Hadi Utomo, bersama beberapa rekannya melakukan kajian terkait singkong di beberapa daerah, termasuk di Kabupaten Sikka, NTT, dalam program ACIAR Cassava Livehoods and Value Chain Program. “Saya sudah meneliti singkong sejak tahun 1980-an, singkong mempunyai potensi yang sangat besar untuk berbagai keperluan konsumsi dan industri. Namun, belum diberi perhatian secara optimal,” kata Hadi yang juga Rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi.

Menambahkan hal tersebut periset ubi kayu Balitkabi, Kartika Noerwijati, memaparkan karakteristik petani singkong di NTT masih berorientasi pada cadangan pangan, sedangkan di Sumatera Utara, petani menanam ubikayu sebagai sumber penghasilan (untuk dijual kepada industri). “Mereka sudah memiliki sistem usahatani yang bekerja sama dengan agen-industri/pabrik,” sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur CV Mitco, Tommy Djari menjelaskan dirinya membangun kemitraan dengan para petani untuk meningkatkan nilai tambah dari singkong. Singkong bisa diolah untuk berbagai kebutuhan rumah tangga dan industri, namun memerlukan keberlanjutan dalam produksi.

Senada dengan hal tersebut, QC PT Bumi Sari Prima, Herawati Sirait mengatakan “Peningkatan produksi singkong petani akan berdampak langsung pada penghasilannya. Ada tambahan penghasilan yang bisa dioptimalkan dengan lahan yang sudah ada. Untuk itu, bersama dengan para peneliti yang mengembangkan singkong tersebut, kami juga membangun kemitraan sebagai tindak lanjut dari produksi petani,” jelasnya.

Recent Posts

Menaker Tugaskan Pengawas Kawal Kesepakatan Kecelakaan Kerja di Cikarang

MONITOR, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menugaskan pengawas ketenagakerjaan berkoordinasi dan mengawal pelaksanaan kesepakatan…

6 jam yang lalu

Kapolda Banten Ajak Ulama dan Santri Perkuat Sinergi Jaga Kedamaian

MONITOR, Lebak – Kapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan, S.I.K., M.M., M.H., mengajak kalangan ulama,…

6 jam yang lalu

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji Khusus Berhak Lunas 1448 H/2027 M

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi merilis Daftar Jemaah Haji…

17 jam yang lalu

OASE III PTKIN di UIN Sunan Kalijaga, Mahasiswa Kembangkan Inovasi Pengelolaan Limbah dan Pemanfaatan Sumber Daya Berbasis Ekoteologi

MONITOR, Yogyakarta - Kompetisi OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berbagai cabang…

17 jam yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Berakhir Gemilang: Bukti Kampus Islam Siap Bersaing di Kancah Sains dan Teknologi Global

MONITOR, YOGYAKARTA — Ajang bergengsi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri…

2 hari yang lalu

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

2 hari yang lalu