Wakil Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera/ dok: net
MONITOR, Jakarta – Aturan vaksin berbayar yang rencananya diberlakukan bagi vaksin Gotong Royong buatan Kimia Farma menuai penolakan. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memutuskan untuk menunda kebijakan tersebut.
Politikus PKS Mardani Ali Sera pun turun mengkritik kebijakan ‘nyeleneh’ itu. Menurutnya jangan sampai ada kebijakan yang membebani rakyat di masa pandemi ini. Untuk itu, ia pun meminta agar vaksin digratiskan dan tidak boleh dikomersilkan.
“Sekali lagi, vaksin harus digratiskan. Covid-19 memberatkan masyarakat, semua pihak harus saling bantu dalam meringankan masalah yang terjadi dalam pandemi ini. Tidak boleh ada komersialisasi vaksin,” tegas Mardani Ali Sera, dalam keterangannya, Selasa (13/7/2021).
Sekalipun pemerintah tetap berkeinginan membuat kebijakan vaksin berbayar bagi kalangan mampu, Mardani mengingatkan agar kebijakan itu tidak mengganggu keberadaan vaksin gratis.
“Kalaupun ada orang yang mampu untuk mendapatkan vaksin lebih cepat dengan cara membayar, harus ada catatan. Vaksinasi gratis tidak boleh terganggu,” pungkas Wakil Ketua BKSAP DPR RI ini.
MONITOR, Tangerang — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga…
MONITOR, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pekerja kompeten menjadi salah satu kunci…
MONITOR, JAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak semestinya berhenti…
MONITOR, LEBAK – Peserta KKN Nusantara dari delegasi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Manshur…
MONITOR, Bangka – Sejarah Pulau Bangka tidak dapat dipisahkan dari timah. Sejak masa kolonial, komoditas…
MONITOR, Aceh Selatan - Ribuan warga dari sejumlah gampong terdampak berkumpul di Masjid Jami' Al…