PERTANIAN

Kementan Latih UMKM Pangan Lokal Tingkatkan Kapasitas

MONITOR, Jakarta – Untuk mendukung penyediaan pangan lokal bagi masyarakat, Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) melakukan pembinaan dan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan lokal. Hal ini sebagai salah satu implementasi diversifikasi pangan sisi hilir sebagai cara bertindak kedua (CB2) yang ditekankan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi mengatakan, pengembangan produk pangan lokal menjadi strategi dalam menghadapi gempuran berbagai produk pangan yang banyak beredar di pasaran saat ini. Penguatan UMKM pangan lokal ini, menurutnya dapat menjadi daya ungkit industri pangan lokal Indonesia yang 99% nya dikuasai oleh UMKM. Upaya ini dilakukan agar mampu menciptakan indutrialisasi produk pangan lokal yang berdaya saing.

“Pendampingan perlu dilakukan baik dari sisi perbaikan produksi/pengolahan pangan, peningkatan kualitas produk dan branding hingga pemasaran produk UMKM,” ujar Agung dalam pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pelaku UMKM Pangan Lokal secara daring, Selasa (29/06/2021).

Melalui pelatihan ini, Agung meyakini dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam pengelolaan usaha, branding hingga pemasaran produk UMKM pangan lokal.

“Harapan kami pelatihan ini mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kapasitas bagi 150 pelaku UMKM pangan lokal dari 34 provinsi sehingga para pelaku UMKM ini mampu untuk melakukan eskalasi usaha dan juga memperluas pemasarannya” katanya.

Diapun berharap agar dinas pangan provinsi turut mengawal dan mendampingi UMKM peserta pelatihan sehingga memiliki bekal untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas usaha produk pangan lokal masing-masing.

“Kami juga berharap lembaga konsultan Mark Plus mampu memperkuat upaya kami dalam penguatan kapasitas pelaku UMKM Pangan Lokal dan dapat menyampaikan gambaran secara utuh dan sistematik dari kondisi masing-masing UMKM, sebagai bahan pertimbangan menyusun kebijakan ke depan,” ungkapnya.

Sementara itu Ardhi Ridwansyah dari Lembaga Pelatihan Markplus Institute menyampaikan hasil riset yang pernah dilakukan bahwa ada 25,9 persen pelaku UMKM mengalami krisis yang lebih berat dibandingkan krisis yang terjadi pada masa pandemi saat ini. Dia menyebut hal yang menarik bahwa 63% pelaku UMKM menyatakan optimis setelah krisis ini bisnisnya akan lebih baik dari sebelumnya

“Dua riset ini sebagai pengantar bahwa pelatihan hari ini lebih dari sekadar bicara tentang strategi berjuang mengembangkan bisnis, bukan hanya membangun ketahanan bisnis. Atau dalam konteks bapak ibu membangun ketahanan pangan,” ungkapnya.

Ardhi meyakinkan bahwa hal yang pertama kali harus dibicarakan adalah ketahanan mental para pelaku UMKM sebagai pengusaha. Karena begitu kita menyerah, sebagus apapun ilmu yang kita dapat akan menyerah karena tidak ada lagi optimisme,” tambahnya.

“Mudah mudahan pelatihan hari ini bisa menjadi sarana bapak ibu untuk berbagi pengalaman, dan membangun optimisme, bukan hanya bisnis tapi kita akan menjadi pribadi-pribadi lebih tangguh,” ujarnya.

Recent Posts

Perilaku Kesehatan Anak Sebagai Fondasi Pencegahan Korupsi

Oleh: dr. H. Agus Sunardi, Sp.PK* Korupsi merupakan salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan Indonesia. Hampir…

5 jam yang lalu

Kemnaker Apresiasi Digitalisasi Inkop TKBM, Jamin Kesejahteraan 86 Ribu Pekerja Pelabuhan

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan apresiasi penuh atas langkah progresif Induk Koperasi Tenaga…

6 jam yang lalu

Singgung Pembinaan Integritas, Mardani DPR Dorong Langkah Terpadu Atasi Fenomena ASN Terjerat Judi Online

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera menyoroti fenomena banyaknya Aparatur…

6 jam yang lalu

Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center dalam Marketing Center of Excellence Danantara Indonesia

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk didapuk sebagai mentor untuk Command Center Management…

8 jam yang lalu

Kosmetik Bermerkuri Masih Banyak Beredar, Komisi IX DPR Desak Pengawasan Lebih Agresif

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyoroti temuan 14 produk…

17 jam yang lalu

Puan Soroti Isu Perundungan di Balik Kasus Bom Rakitan, Dorong Penguatan Iklim Sekolah Aman Bagi Anak

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti isu perundungan di balik kasus peledakan…

17 jam yang lalu