PERTANIAN

Hadapi Era Digitasi, Mentan Pertajam Sistem Pemetaan Lahan Pertanian Berbasis Spasial/Poligon

MONITOR, Jakarta – Dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan penduduk Indonesia sebanyak kurang lebih 270 juta penduduk, Kementerian Pertanian (Kementan) mempertajam salah satu program yaitu Pemetaan lahan pertanian berbasis Spasial/Poligon.

Terkait hal tersebut Kementan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh dinas pertanian se Indonesia baik Provinsi dan Kabupaten, Badan Pusat Statistik, Kementerian ATR/BPN dan Badan Informasi Geopasial di Agriculture War Room Kementan, yang dihadiri juga secara virtual oleh Badan Pusat Statistik, Kementerian ATR/BPN dan Badan Informasi Geopasial hari Selasa pagi (4/5).

Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam kesempataan tersebut meminta seluruh jajarannya dan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian untuk mengkonkritkan data data yang akan diambil secara nyata.

“Tidak ada data data fiktif. Kita berbuat untuk kepentingan rakyat dan bangsa, jangan ada hal hal yang dapat merugikan rakyat dan bangsa ini,” ucapnya.

Lebih lanjut Mentan mengatakan bahwa dari segala aspek bidang hanya pertanian yang masih terus berkembang, walaupun dalam melawan masa pandemi seperti ini, melalui data grafik BPS menerangkan bahwa hanya dibidang pertanianlah yang masih terus berkembang.

Diperkirakan sampai Idul Fitri kondisi tanaman pangan akan aman. Di balik itu tentu saja menurut SYL ada fluktuasi dan dinamika harga, kalau terjadi range pengendalian harga yang ada, maka yang pertama akan dilakukan kementan adalah mendekatkan dan memperkuat alur maupun jalur dari sentra produksi ke daerah yang terdampak devisit.

“Setelah itu kalau memang bemasalah maka mendekatkan komoditi tertentu yang rawan itu langsung terjun ke pasar serta ikut monitoring rantai pasoknya. Kalau memang tidak bisa juga maka terpaksa saya harus turun ke pasar bersama Kementerian yang lain,” jelas SYL.

“Disamping itu ada lahan baru yang kita miliki kurang lebih 250.000 hektar PATB. Dan harus dikonkritkan karena itu akan menjadi warisan kita sebagai WNI,“ ujar SYL

Lebih lanjut SYL menyampaikan bahwa mengurus pertanian bukan hanya sebuah profesi tapi juga tanggungjawab yang harus dipikul dengan jumlah penduduk yang sangat banyak yang harus dijaga makannya.

“Saya sebagai Menteri Pertanian mengucapkan terimakasih kepada seluruh insan pertanian karena pada masa covid ini hanya sektor pertanian yang tumbuh luar biasa. Dapat memberikan PDB dan pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan,” jelas SYL

Terkait sistem aplikasi berbasis Spasial /Polygon ini lebih friendly, sederhana dan mudah dipahami oleh petugas lapangan. Untuk tugas utamanya adalah mendata luas pertanaman lahan terutama padi di luar baku sawah. Yang kedua adalah mendata calon-calon lokasi yang akan ditanam melalui program tahun 2021. Hal ini akan bermanfaat karena data ini akan termonitor secara online dan ngelink dengan berbagai aplikasi yang menarik.

Langkah yang pertama setelah kelembagaan struktur organisasi disiapkan, tim bekerja melakukan digitasi bisa melalui laptop, HP dan PC mendigitasi dari data data yang ada. Data-data yang ada sudah terkumpul lengkap di dalam system baik nama Desa, Kecamatan , Kabupaten , kelompok Tani dan titik kordinat pun sudah ada dan setelah itu melakukan digitasi luasan polygon polygon nya di setiap kelompok Tani yang akan mendapat program dan yang sudah mendapat program PATB di 2020.

Langkah kedua adalah setelah digitasi selanjutnya dilakukan ground check melihat apakah data digitasi dengan fakta lapangan itu seperti apa. Apakah ada perubahan bisa di edit polygon polygon nya sesuai dengan fakta lapangan sehingga kalau sudah disetujui secara terpadu dilapangan makan akan di beri warna hijau yang menandakan sudah diground check validasi yang akan di pakai untuk perencanaan dan program program berikutnya.

Widyo dari Badan Pusat Statistik mengatakan, mekanisme dari aplikasi ini harus ada kesepakatan.

”Nanti petugas BPS dilapangan akan cros cek bersama sama kita di lapangan,“ ujarnya

Secara virtual, Ibu Sukiptiyah Direktur di Kementerian ATR/BPN menyampaikan mensuport rencana pendataan perluasan areal tanam.

“Namun kami perlu mengetahui apa maksud dari PATB Tanaman Pangan seperti apa supaya kita bisa bersinergi. Pada prinsipnya pendataan itu tergantung skala dan input dari data yang ada,“ katanya.

Ia sepakat kedepannya harus berbasis sparsial supaya bisa mengupdate lebih.

“Kami mensuport kalau memang nanti di butuhkan data yang diperlukan karena kami selama ini sudah bekerjasama dengan dinas terkait. “Mudah-mudahan data kami ini bisa mensuport dalam rangka untuk memastikan pangan kita aman,“ tambahnya.

Ditempat yang sama Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan bahwa semua yang sudah disampaikan mengenai sistim pemetaan lahan berbasis Spasial / Polygon ini penting karena sekarang sudah era Teknologi Digitasi sudah berbagai satelit.

“Proses pertama kita ajarkan kepada petugas lapangan,“ ucap Suwandi

“Ini lebih akuntabel karena sudah bicara lokasi dan berapa luas. Kondisi fakta di lapangan seperti apa itu tergambar dari citra ini “ ujar Suwandi.

Walaupun ini proses yang pertama bagi petugas lapangan tapi kedepan di era perkembangan teknologi yang semakin maju ini kita membangun hal ini yang ter bagus sudah terintregasi dengan berbagai system dan sudah terhubung dengan kementerian kementerian terkait.

Recent Posts

Kemnaker Siapkan Pelatihan Berbasis AI bagi 3.100 Pemuda di Padang

MONITOR, Padang — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan berbasis AI…

15 menit yang lalu

Kementan Dukung BUMN Bangun Farm GPS Broiler di Malang, Industri Perunggasan Nasional Makin Kuat

MONITOR, Malang — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus…

8 jam yang lalu

Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Umat Perkuat Harmoni dan Semangat Kebersamaan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan selamat memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus…

1 hari yang lalu

Jazuli Usulkan Sejumlah Penguatan Substansi dalam RUU Satu Data Indonesia

MONITOR, Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia (SDI)…

1 hari yang lalu

Presiden Prabowo Instruksikan Penurunan Suku Bunga PNM Mekaar Hingga di Bawah 9 Persen

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM)…

1 hari yang lalu

Cegah Keraguan Publik, Komisi X Tegaskan BPS Harus Sajikan Data Faktual

MONITOR, Surakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati memberikan catatan kritis…

1 hari yang lalu