PERTANIAN

Kementan Dorong Produksi Hingga Ekspor Kacang Hijau

MONITOR, Sulsel – Kacang hijau merupakan komoditas tanaman pangan yang sangat mudah dibudidayakan. Dalam kurun waktu dua bulan, kacang hijau bisa langsung panen dan juga bisa sebagai tanaman sela yang dapat tumbuh optimal pada saat musim kering.

Direktur Aneka Kacang dan Umbi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Amiruddin Pohan mengatakan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) tengah melirik peningkatan produksi hingga ekspor kacang hijau.

Menurut dia hasil panen kacang hijau tahun 2020 meningkat dan sangat memuaskan, diperkirakan produksi meningkat 12,32% dari tahun sebelumnya.

“Potensi untuk luas tanam kacang hijau tahun 2021 mencapai 9.196 hektar, luas panen 9.120 ha dan produktivitas sebesar 13,24 kuintal per hektar sehingga akan diperoleh produksi sebesar 12.075 ton,” ungkapnya.

Tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, bahkan ekspor kacang hijau segar tahun 2020 menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Data menunjukkan volume ekspor kacang hijau tahun 2020 sebesar 48.534 ton atau naik drastis sebesar 37,01%.

Ekspor tersebut terutama ke China dan Filipina. Potensi lainnya ekspor ke negara tujuan seperti Taiwan, Timor-leste, Singapura, Thailand, Kuwait, Malaysia, Vietnam, Thailand dan United Kingdom

Wilayah Sulawesi Selatan adalah salah satu wilayah yang memiIiki potensi besar sebagai sentra produksi kacang hijau di luar pulau Jawa. Terdapat empat wilayah di Sulsel yang menjadi penghasil kacang hijau yakni Kabupaten Wajo, Pangkep, Gowa dan Jeneponto.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Andi Ardin Tjatjo saat diwawancara hari Kamis (22/4) menjelaskan bahwa peningkatan produksi hingga ekspor kacang hijau menjadi salah satu upaya nyata dalam pemulihan ekonomi Sulsel bahkan nasional.

“Kacang hijau ini memberikan peluang ekspor luar biasa untuk Sulsel karena permintaan yang tinggi khususnya negara Cina dan Filipina yang sangat besar sehingga perluasan penanaman dan pengembangan pasar ekspor kacang hijau menjadi salah satu program prioritas,” ujar Andi Ardin.

‘’Luas tanam kacang hijau di Sulsel kita tingkatkan, hasilnya tidak hanya untuk penuhi kebutuhan dalam negeri namun bisa dimanfaatkan sebagai peluang ekspor Karena produksi kacang hijau dalam negeri ternyata diminati negara tetangga seperti Cina dan Filipina,” ungkapnya.

Persiapan pemanfaatan peluang ini, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulawesi Selatan menggelar temu bisnis peluang usaha ekspor dan substitusi impor produk kacang hijau sulawesi selatan yang mempertemukan para petani pengusaha penyuluh dan importir untuk menjalin kemitraan.

Menurut Andi Ardi Tjatjo, peningkatan ekspor kacang hijau menjadi salah satu solusi untuk menaikkan neraca perdagangan sektor pertanian di Sulsel. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan temu bisnis peluang ekspor institusi bisnis untuk memfasilitasi pengembangan produk potensi ekspor dan atau substitusi impor dari hulu hingga hilir.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi sesuai dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta untuk terus menggenjot ekspor pangan guna meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan petani.

‘’Melalui kegiatan temu bisnis juga untuk menggali pengembangan pasar ekspor, peningkatan akses pembiayaan untuk peningkatan dan kontinuitas dan peningkatan daya saing pada daerah-daerah potensial sehingga menjalin kemitraan antara petani dengan pelaku usaha atau industri,’’ terangnya.

Kementan mendorong produksi kacang hijau Sulawesi Selatan dengan memberikan bantuan benih dan input produksi lainnya seluas 1.000 hektar untuk sembilan Kabupaten yaitu Maros, Gowa, Takalar, Bulukumba, Bone, Wajo, Selayar, Jeneponto dan Pangkep

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan

MONITOR, Makassar — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan daerah melalui…

1 jam yang lalu

Dari Aspirasi Komunitas Tuli hingga Masuk MTQ Nasional, Kemenag Terus Kembangkan Al-Qur’an Isyarat

MONITOR, Semarang - Pengembangan Al-Qur’an Isyarat di Indonesia terus bergerak maju, mulai dari aspirasi komunitas…

3 jam yang lalu

Menteri Agama Lantik Dirjen Pesantren Pertama dan Empat Rektor PTKN

MONITOR, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melantik Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren pertama serta empat…

6 jam yang lalu

Kemnaker: UU PPRT Perjelas Hak dan Kewajiban Pekerja Rumah Tangga

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pekerja…

8 jam yang lalu

Kemenhaj Luncurkan Hotline Pengaduan “Bongkar Mafia Haji dan Umrah” untuk Perkuat Perlindungan Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meluncurkan hotline pengaduan “Bongkar Mafia Haji dan…

9 jam yang lalu

Menag Raih Penghargaan Bali Top Hospitality Leader in Religious Tourism Development

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mendapat penghargaan di bidang pengembangan pariwisata keagamaan. Menag…

11 jam yang lalu