Pelantikan Dirjen Pesantren dan Rektor PTKN
MONITOR, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melantik Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren pertama serta empat pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Pelantikan berlangsung di Operation Room Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Basnang Said dilantik sebagai Dirjen Pesantren pertama setelah Ditjen Pesantren resmi menjadi satuan kerja baru setingkat eselon I di Kementerian Agama. Dengan struktur baru tersebut, Ditjen Pesantren tidak lagi menjadi bagian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Pembentukan Ditjen Pesantren mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 152 Tahun 2024 tentang Kementerian Agama yang terbit pada 27 Maret 2026.
Dalam Pasal 7 Perpres tersebut disebutkan bahwa Ditjen Pesantren masuk dalam susunan organisasi Kementerian Agama.
Pengaturan tersebut kemudian diperkuat melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 16 Tahun 2026 tentang Perubahan atas PMA Nomor 33 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama yang ditetapkan pada 4 Agustus 2026.
Pasal 7 PMA Nomor 16 Tahun 2026 juga menegaskan bahwa Ditjen Pesantren menjadi satuan kerja tersendiri dalam struktur organisasi Kementerian Agama.
Penetapan Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 114/TPA Tahun 2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 10 September 2026.
Dalam arahannya, Menag Nasaruddin Umar meminta Basnang Said segera membangun tata kelola Ditjen Pesantren serta memperkuat koordinasi dengan unsur pimpinan yang nantinya melengkapi struktur lembaga tersebut.
Menag juga meminta Ditjen Pesantren membangun komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai pemangku kepentingan pesantren. Menurutnya, pengelolaan pesantren membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam pengelolaan pesantren di daerah.
Selain penataan kelembagaan dan penguatan kerja sama, Menag meminta Ditjen Pesantren menghasilkan langkah konkret dalam 100 hari pertama.
Ia berharap langkah tersebut mampu menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan setelah Ditjen Pesantren mulai menjalankan tugas dan fungsinya sebagai satuan kerja tersendiri.
“Dalam tempo 100 hari pondok pesantren ini ada kejutan-kejutan positif yang Anda bisa lakukan, dan orang bisa merasakan, ‘Oh ini bedanya dulu dan sekarang’,” ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama juga melantik empat pejabat pimpinan PTKN.
Keempat pejabat tersebut adalah:
Kepada para rektor yang dilantik, Menag memberikan arahan yang disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi.
Untuk UIN Sunan Ampel Surabaya, Nasaruddin menekankan pentingnya integrasi sekaligus keberlanjutan pengembangan Fakultas Kedokteran dan rumah sakit yang terkait dengan perguruan tinggi tersebut.
Sementara untuk UIN Sultan Amai Gorontalo dan UIN Kendari, Menag menyoroti peluang pengembangan program studi serta penguatan tata kelola perguruan tinggi setelah perubahan bentuk menjadi universitas.
Adapun kepada Rektor Institut Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang, Menag menekankan pentingnya memanfaatkan peluang pengembangan program studi sekaligus memperkuat jejaring dengan berbagai pihak.
Pelantikan tersebut menandai dimulainya pelaksanaan tugas Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren pertama serta empat rektor PTKN dalam menjalankan amanah masing-masing di lingkungan Kementerian Agama.
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pekerja…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meluncurkan hotline pengaduan “Bongkar Mafia Haji dan…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mendapat penghargaan di bidang pengembangan pariwisata keagamaan. Menag…
MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan jajaran Kementerian Haji…
MONITOR, Jakarta — Pemerintah menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pelindungan…
MONITOR, Jakarta - Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu ingin momentum satu dekade peringatan Hari…