HUKUM

Soal Kasus Bansos Covid-19, Terdakwa Akui Tak Ada ‘Titipan Pak Menteri’

MONITOR, Jakarta – Terdakwa kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek, Harry Van Sidabukke, mengaku berbohong ketika menyebutkan ‘Titipan Pak Menteri’ dalam kasus tersebut.

Hal itu disampaikan Harry Van Sidabukke (HVS) merespon pertanyaan Jaksa KPK, M. Nur Aziz, atas kebenaran isi percakapan dalam rekaman yang diputarkan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin (12/4/2021).

Dalam rekaman yang diputarkan itu terdengar suara dari Harry yang sedang bercakap dengan eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso (MJS). Harry, dalam rekaman tersebut, mengaku dirinya tidak bisa bergerak soal beras karena ada titipan mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara.

“Tapi itu (titipan Pak Menteri) saya benar-benar membohongi Pak Joko (MJS),” ungkap Harry menjawab pertanyaan Jaksa KPK, Nur Aziz.

Harry kemudian menjelaskan bahwa dirinya menipu MJS dengan istilah ‘titipan Pak Menteri’ untuk memuluskan negosiasi soal pengadaan bansos khususnya beras dengan MJS yang saat itu menjadi PPK dan aktif meminta commitmen fee kepada pihaknya.

“Dengan menyebutkan ‘titipan Pak Menteri’ supaya membuat MJS sungkan,” ujar Harry.

“Berarti saudara berani bohongi Pak Joko?,” kata Jaksa KPK Nur Aziz bertanya kepada Harry.

“Iya. Karena negosiasi masalah beras itu dua sampai tiga hari. Minta turun, turun, turun. Saya akhirnya bohong, mohon maaf ini enggak bisa ditawar karena ‘titipan Pak Menteri’,” ungkap Harry menjawab.

Jaksa KPK, Nur Aziz, pun kembali mencecar Harry bahwa pernyataannya akan dikonfrontir dengan pernyataan Juliari Batubara. Apalagi Harry menjual nama Mensos untuk memuluskan pengadaan bansos Covid-19 tersebut.

Harry pun dengan tegas menyatakan siap untuk dikonfrontir. Apalagi dirinya memberikan keterangan di bawah sumpah. “Kalau disumpah, saya siap,” ujarnya.

Harry juga membantah bahwa dirinya sedang membela eks Mensos Juliari Batubara dengan menyatakan dirinya berbohong soal ‘titipan Pak Menteri”. Harry bahkan mengaku tidak mengenal Juliari Batubara.

Sebagaimana diketahui, dalam proyek bansos Covid-19 di Kemensos saat itu, MJS adalah PPK yang memiliki kewenangan penuh untuk menentukan vendor atau penyedia pengadaan bansos Covid-19.

Sementara Harry Van Sidabukke adalah seseorang yang berprofesi sebagai pengacara dan ikut menjadi penyedia bansos Covid-19 melalui PT Pertani maupun PT Mandala Hamonangan Sude.

Recent Posts

HKTI Lumajang Dorong Hilirisasi Pertanian, PAC di 21 Kecamatan Diminta Dampingi Petani

MONITOR, Lumajang - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang mendorong percepatan hilirisasi produk pertanian…

13 jam yang lalu

MUI Desak Penegakan Hukum Tegas terhadap Pelaku Karhutla, Serukan Salat Istisqa dan Qunut Nazilah

MONITOR, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku…

14 jam yang lalu

Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mendorong kemandirian dan daya saing Usaha…

14 jam yang lalu

HUT ke-11 KCIC, Wamenaker Harap Alih Pengetahuan Whoosh ke SDM Lokal

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11…

15 jam yang lalu

Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan…

18 jam yang lalu

Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah

MONITOR, Tapanuli Tengah - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengoptimalkan Klinik UMKM Bangkit…

19 jam yang lalu