Pemerintah saat meninjau garam lokal/dok: net
MONITOR, Jakarta – Rencana pemerintah mengimpor garam sebanyak 3 juta ton menuai kritik dari Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet Ariyadi. Ia menyayangkan sikap pemerintah yang kerap menjadikan impor sebagai solusi memenuhi kebutuhan garam.
Seharusnya, kata Slamet, pemerintah justru berupaya untuk meningkatkan produksi serta memaksimalkan serapan garam lokal agar kedepan kita tidak terus menerus ketergantungan pada garam impor.
“Pemerintah jangan melulu menjadikan impor sebagai solusi memenuhi kuota kebutuhan garam,” kata Wasekjen DPP PAN ini.
Menurutnya, pemerintah harus berupaya agar serapan garam rakyat bisa maksimal misalnya dengan memberikan fasilitas bagi petani garam sehingga produksi mereka meningkat dan berkualitas.
“Berikan fasilitas kepada petani untuk maksimalkan produksi garam sehingga kedepan sudah tidak ada lagi ketergantungan impor,” imbuhnya.
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi…
MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya berbicara soal pentingnya revisi Undang-Undang…
MONITOR, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan pengajuan Kredit…
MONITOR, Cikampek – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) kembali melaksanakan pemeliharaan rutin di Ruas Jalan…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa terbitnya Peraturan Presiden…
MONITOR, Lebak – Rencana kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), ke Kabupaten Lebak memunculkan…