Pemerintah saat meninjau garam lokal/dok: net
MONITOR, Jakarta – Rencana pemerintah mengimpor garam sebanyak 3 juta ton menuai kritik dari Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet Ariyadi. Ia menyayangkan sikap pemerintah yang kerap menjadikan impor sebagai solusi memenuhi kebutuhan garam.
Seharusnya, kata Slamet, pemerintah justru berupaya untuk meningkatkan produksi serta memaksimalkan serapan garam lokal agar kedepan kita tidak terus menerus ketergantungan pada garam impor.
“Pemerintah jangan melulu menjadikan impor sebagai solusi memenuhi kuota kebutuhan garam,” kata Wasekjen DPP PAN ini.
Menurutnya, pemerintah harus berupaya agar serapan garam rakyat bisa maksimal misalnya dengan memberikan fasilitas bagi petani garam sehingga produksi mereka meningkat dan berkualitas.
“Berikan fasilitas kepada petani untuk maksimalkan produksi garam sehingga kedepan sudah tidak ada lagi ketergantungan impor,” imbuhnya.
MONITOR, Jakarta - Komnas Haji dan Umrah meminta pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan penyelenggaraan perjalanan…
MONITOR, Semarang — Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang tidak…
MONITOR, Semarang - Menghafal Al-Qur’an 30 juz membutuhkan ketekunan dan konsistensi. Bagi Muslim Dermiwa Riko…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan…
MONITOR, Tanegrang — Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong penguatan ekosistem perunggasan nasional dengan menempatkan peternak rakyat…
MONITOR - Indonesia memiliki potensi ekonomi akuakultur yang diperkirakan mencapai US$210 miliar per tahun, namun…