BUMN

Pertamina Dorong Produk Olahan Kelapa Bali Pure Naik Kelas

MONITOR, Jakarta – Komoditas lokal seperti hasil perkebunan, pertanian, maupun palawija sangat melimpah jumlahnya di Indonesia. PT Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan berkomitmen untuk mendukung pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) yang bergerak di sektor ini agar mampu naik kelas. Salah satunya dengan memanfaatkan hasil komoditas tersebut menjadi produk turunan.

Inilah yang sudah diterapkan oleh I Ketut Sumayana. Pemilik UMK CV Bali Pure yang berbasis di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng ini memulai usaha setelah memperhatikan kondisi lingkungannya.

“Desa kami memiliki banyak perkebunan kelapa di mana kelapa yang dipetik dijual langsung ke tengkulak dengan harga rendah dan langsung dikirim keluar pulau,” tuturnya.

Berlandaskan latar belakang tersebut, Ketut pun mendirikan Bali Pure dengan produk utama yakni pengelolaan minyak VCO (Virgin coconut oil). Sehingga para petani dapat menjual kelapanya kepada Ketut dengan harga lebih baik sekaligus menyejahterakan petani kelapa di desanya. Ini sebagai implementasi SDGs poin ke-8 yakni menyediakan pekerjaan layak dan mendukung perekonomian, serta sebagai penerapan ESG dibidang sosial.

Meski terhitung baru beberapa bulan menjadi mitra binaan Pertamina, ia langsung mendapatkan kesempatan emas untuk mengikuti program Pertamina UMKM Academy akhir tahun 2020 lalu. Melalui program itu juga iapun dinyatakan layak menjadi UMK naik kelas.

“Usaha saya mendapat kesempatan ikut sertifikasi HKI, BPOM, dan Halal. Terima kasih untuk Pertamina atas hal ini,” imbuhnya.

Sejumlah sertifikasi dan perizinan ini nantinya diyakini Ketut dapat memperluas jangkauan pemasarannya. Hingga saat ini, produk VCO Bali Pure telah merambah pasar domestik hingga mancanegara. Meliputi Singapura hingga beberapa negara di Amerika Serikat. Untuk memaksimalkan pemasaran pun didukung dengan beberapa media digital dan marketplace dengan nama Bali Pure.

Dengan perkembangan bisnis ini, menuntut Ketut untuk memberdayakan lebih banyak pekerja. Hal itupun disyukuri olehnya, sebab Bali Pure bisa menjadi wadah penyerapan tenaga kerja lokal. Terdapat 16 orang yang mayoritas ibu rumah tangga ikut membantu produksinya. Berkat kerja kerasnya, Ketut bersama Bali Pure bisa mengantongi pendapatan hingga Rp 50 juta setiap bulannya.

Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relation Pertamina, Agus Suprijanto menambahkan, Pertamina akan mendukung pengembangan produk-produk lokal seperti yang dilakukan Ketut. Sehingga dapat mendukung kemajuan potensi ekonomi daerah hingga nasional bahkan luar negeri.

“Pertamina akan terus berupaya menjadi mitra binaannya menjadi UKM naik kelas hingga Go Global,” tuturnya.

Menurut Agus, melalui Program Kemitraan ini, Pertamina ingin dapat senantiasa menghadirkan energi yang menggerakkan roda ekonomi. Energi yang menjadi bahan bakar, serta energi yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.

Recent Posts

DPR: Praktik Keparlemenan Harus Muara pada Kesejahteraan Rakyat

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI/Kordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan bahwa…

1 jam yang lalu

Wamenag: Rumah Ibadah Harus Jadi Pusat Pelayanan Kemanusiaan

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Syafi’i menegaskan bahwa rumah ibadah tidak hanya…

4 jam yang lalu

Hilirisasi Ayam Terintegrasi Masuki Tahap Pertama, Kaltim Ambil Bagian

MONITOR, Kaltim - Pemerintah mulai merealisasikan Program Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi sebagai langkah strategis memperkuat…

7 jam yang lalu

Hadiri Raker KONI Sleman, Ketum Kickboxing Adit Setiawan Siap Gebrak Kejurkab April 2026

MONITOR, Sleman - Ketua Umum Cabang Olahraga (Cabor) Kickboxing Kabupaten Sleman, Adit Setiawan, menegaskan kesiapan…

7 jam yang lalu

Canggih! Teknologi Baru KKP Hasilkan Garam Putih Standar Industri

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat upaya peningkatan produksi dan kualitas…

9 jam yang lalu

Menag Dorong Kampus Perkuat Ekoteologi di Bulan Ramadan 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta Ramadan dijadikan momentum dalam penguatan ekoteologi. Menag…

13 jam yang lalu