PERTANIAN

30 ton Jagung Rendah Aflatoxin Asal Lampung Selatan Berhasil Masuk Industri

MONITOR, Lampung Selatan – Sebanyak 30 ton Jagung Rendah Aflatoxin (JRA) dari Kelompok Tani Maju Desa Margacatur Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan berhasil dikirim ke PT. Tereos FKS Indonesia, pada Selasa (2/3). Pengiriman ini merupakan pengiriman pertama dari rencana pengiriman sebanyak 150 ton.

PT. Tereos FKS Indonesia merupakan salah satu anggota Perkumpulan Produsen Pemurni Jagung Indonesia (P3JI). Sebelumnya pada akhir tahun 2020, P3JI telah melakukan penandatangan nota kesepahaman bersama pengembangan JRA di Indonesia Bersama Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

Sebagaimana diketahui Jagung Rendah Aflatoxin (JRA) merupakan jagung yang digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan berbagai produk pangan yang aman di konsumsi manusia. Salah satu produk yang sudah biasa dan bayak di konsumsi di Indonesia adalah sweetener atau gula jagung. Pentingnya JRA ini adalah karena bahan makanan yang mengandung kadar aflatoxin diatas ambang batas yang diperbolehkan akan berbahaya bagi Kesehatan.

“Sebagai petani saya sangat ingin produk jagung yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang mengkonsumsinya, untuk itu kami bertekad ingin memproduksi JRA agar jagung yang diproduksi mempunyai manfaat lebih bagi konsumen,” demikian disampaikan Solihin selaku ketua Kelompok Tani Maju.

Dalam memproduksi JRA ini, Solihin melakukan beberapa tahapan kegiatan, pertama melakukan panen setelah jagung berumur 10 hari lebih tua dari umur panen ideal, yang kedua melakukan pengeringan dengan jarak 4 jam sejak panen untuk jagung yang dipanen dengan corn combine dan 10 jam bagi jagung yang dipanen dalam bentuk tongkol dan yang ketiga semua prinsip tahapan penangan senantiasa menggunakan prinsip keamanan pangan untuk alat dan bahan yang digunakan senantiasa menggunakan alat bahan yang bersih dan aman.

Wisman Djaja selaku Presiden Direktur PT. Tereos FKS Indonesia saat diwawancara menyebut pihaknya siap membeli jagung (JRA) dengan harga lebih baik dari harga yang dibeli pabrik pakan saat ini. Wisman menambahkan dengan adanya kerja sama dengan petani Lampung Selatan, perusahaannya memiliki opsi pembelian bahan baku, selama ini baru petani di Lombok Timur yang mampu menghasilkan JRA dalam skala usaha cukup besar.

Ditemui ditempat terpisah, Suwandi selaku Direktur Jenderal Tanaman Pangan menyampaikan apresiasinya kepada Kelompok Tani Maju yang telah berhasil memproduksi jagung dengan prinsip-prinsip penanganan panen dan pasca panen yang baik sehingga produknya mampu diterima oleh industri jagung untuk kebutuhan pangan.

“Pemerintah senantiasa mendukung upaya pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri dari bahan baku yang ada di dalam negeri sendiri, sehingga kemandirian produksi pangan bisa cepat terwujud,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Gatut Sombogodjati selaku Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan menyampaikan apresiasinya atas berhasilnya jagung produksi dari Lampung Selatan diterima oleh industri pangan. Dia berharap citra Lampung sebagai provinsi produsen jagung dengan kualitas rendah dapat mulai terhapus dengan adanya program JRA ini yang mengedepankan mutu jagung.

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Transformasi Tata Kelola UMKM Melalui SAPA UMKM

MONITOR, Lombok Barat – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan transformasi…

5 jam yang lalu

Kemenag Tegaskan Madrasah Harus Bebas Kekerasan, Dirjen Pendis: Dorong Kurikulum Berbasis Cinta Lewat Matamuda 2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, menegaskan bahwa madrasah…

7 jam yang lalu

Anak Gunung Krakatau Aktif, Waka Komisi V DPR Ingatkan Pentingnya Keamanan Masyarakat dan Jalur Pelayaran

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…

12 jam yang lalu

Siswa Diduga Korban Bullying Ledakkan Bom Rakitan, Legislator Dorong Ciptakan Lingkungan Sekolah yang Guyub

MONITOR, Jakarta - Anggota DPR RI Alex Indra Lukman menyoroti aksi seorang pelajar berinisial R…

13 jam yang lalu

Menag Resmi Buka KKN Nusantara VI 2026: Mahasiswa dari 42 PTK Se-Indonesia Bawa Semangat Ekoteologi di Tanah Baduy

MONITOR, Serang - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, secara resmi membuka…

18 jam yang lalu

Puan Soal Krisis Murid di Sekolah Negeri: Harus Jadi Alarm Tata Ulang Pelayanan Pendidikan Dasar Nasional

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid…

1 hari yang lalu