PERTANIAN

Petani Senang, Biaya Produksi Food Estate Sumba Tengah Rendah

MONITOR, Sumba Tengah – Para petani di Desa Makatakeri, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyambut antusias jalanya Program jangka panjang Pemerintah, Food Estate yang kini nampak tumbuh sumbur. Mereka senang program food estate sangat berdampak terhadap roda ekonomi keluarga, karena biaya produksi bertani jauh lebih murah.

“Terimakasih kepada bapak Jokowi dan juga kepada Bapak Menteri (Syahrul Yasin Limpo) karena saya dibantu pupuk dan Alsintan (Alat mesin pertanian), sehingga bertanam dan panen jadi lebih cepat dan menghemat biaya,” ujar Dominggus, Kamis, 11 Februari 2021.

Menurut Dominggus, penghematan biaya bisa dihitung dari proses tanam yang biasanya memakan waktu 2 hari, kini cukup menjadi 2 jam. Terlebih, kalau dulu, Dominggus tak pernah menggunakan pupuk, karena terkendala biaya dan ongkos pengambilan yang sangat mahal.

“Biasanya dulu tanam memakan waktu 2 hari. Saya tak bisa apa-apa karena uang terbatas. Sekarang sudah dibantu pemerintah hanya 2 jam. Belum lagi kami diberi bantuan pupuk. Saya berharap tahun depan food estate tetap berlanjut,” katanya.

Petani lainya, Joni Gombukada mengaku senang karena saat ini ia bisa menggantungkan kebutuhan pokok sehari-hari hanya dengan bertani. Selain untung, jadi petani juga dinilai mampu menaikan kesejahteraan keluarga.

“Kalau dulu bertani kurang jadi, kalau sekarang lebih jadi lagi. Kalau dulu tidak pake pupuk, sekarang sudah ada pupuk dan traktor bantuan dari pak Menteri. Kalau dulu sering padinya gagal panen, apalagi traktor sewa sekitar 700 ribu. Sekarang sudah dibantu traktor pemerintah. Saya berharap tahun depan pemerintah tetap melanjutkan food estate,” katanya.

Senada dengan Dominggus dan Joni, petani bernama Michel berharap agar pemerintah mengembangkan food estate di NTT menjadi lebih luas dan masif. Apalagi, kata Michel Kabupaten Sumba Tengah adalah lokasi subur, dimana sektor pertaniannya masih memiliki potensi yang sangat besar.

“Disini rata rata petani sekarang bisa menanam lebih cepat dan lebih efisien. Artinya kesejahteraan mereka juga mulai naik. Apalagi biasanya saya menghabiskan 6 juta dari olah tanam sampai panen. Kalau sekarang kami dapat bantuan pupuk gratis. Jadi kami rasakan betul bantuan pemerintah. Secara pribadi saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada Kementan. Kami sangat bersyukur atas karunia Tuhan karena melalui Kementan kami terbantu,” katanya.

Michel yang juga seorang tenaga harian lepas, berkisah dulu mereka harus antre menggunakan traktor, maklumlah di Kabupaten Sumba Tengah hanya ada 10 unit traktor yang digunakan sesuai antrean. Namun setelah program Food Estate muncul, petani bisa lebih cepat bertanam.

“Dulu kami karena antre terlalu panjang, kadang gagal bertanam karena terlanjur masuk musim kemarau dan air kering. Kini bulan januari kami sudah selesai olah tanah dan tanam,” kata Michel.

Mengenai hal ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa keberhasilan program food estate tak lepas dari arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan pemerataan pangan di seluruh Indonesia.

“Kita harus mempersiapkan ketahanan pangan nasional. Salah satunya membangun food estate pada lokasi yang terkonsentrasi, sebagai upaya yang bisa dilakukan untuk pengadaan padi, jagung dan ternak. Lahan disini 5000 hektare dan akan ditambah menjadi 10 ribu. Semoga kita mampu menghadirkan ketahanan kita lebih kuat,” tutupnya.

Recent Posts

FISIP UIN Jakarta dan LW MUI Dorong Wakaf Produktif untuk Pemberdayaan Sosial

MONITOR, Jakarta -Wakaf produktif perlu dikembangkan dari praktik filantropi keagamaan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, pendidikan,…

9 jam yang lalu

Akademisi Ilmu Komunikasi Soroti Celah Pengawasan Pemilu di Era Digital

MONITOR, Konawe - Digitalisasi pemilu tidak otomatis menjamin integritas suara. Tanpa transparansi data, verifikasi berjenjang,…

16 jam yang lalu

IPW Dukung Kapolri Perkuat Layanan Publik, Dorong Akses Langsung ke Kapolda dan Kapolres

MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) mendukung langkah Kapolri Jenderal Suyudi dalam memperkuat pelayanan…

21 jam yang lalu

Wamenaker Tekankan Pentingnya Pelatihan dan Akses Kerja bagi Anak Muda

MONITOR, Surabaya — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya pelatihan kerja yang sesuai dengan…

1 hari yang lalu

Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum…

1 hari yang lalu

Kementerian UMKM Segera Salurkan Banpres Rehabilitasi Usaha Mikro Terdampak Bencana Sumatera

MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan penyaluran Bantuan Presiden (Banpres)…

1 hari yang lalu