INTERNASIONAL

PM Malaysia Pastikan Beri Perlindungan Terhadap TKI

MONITOR, Jakarta – Perdana Menteri (PM) Malaysia, Muhyuddin Yassin, mengungkapkan bahwa pihaknya akan memastikan perlindungan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia.

“Kerajaan Malaysia akan terus bekerjasama dengan Pemerintah Republik Indonesia bagi memastikan perekrutan dan perlindungan TKI didasarkan hukum yang berlaku,” ungkapnya di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (5/2/2021).

Muhyuddin menyampaikan bahwa pihaknya meyakini kerja sama kedua negara terkait tenaga kerja akan berjalan dengan mulus.

“Malaysia percaya dengan diskusi yang sedang berlangsung terkait dengan perlindungan pekerja domestik Indonesia dapat selaras dengan hukum di kedua negara sehingga dapat menyepakati MoU (Memorandum of Understanding),” ujarnya.

Muhyuddin juga mengapresiasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memfasilitasi pemulangan TKI dari Malaysia yang berkerja secara ilegal.

Pemulangan TKI dalam kerangka program rekalibrasi bagi Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) yang akan pulang ke Indonesia atau bekerja kembali di Malaysia.

Program rekalibrasi dilaksanakan mulai 16 November 2020 hingga 30 Juni 2021 yang dilakukan oleh Jabatan Imigresen Malaysia (JIM)/Jabatan Tenaga Kerja Semenanjung Malaysia (JTKSM).

Program rekalibrasi pulang membuka peluang bagi pekerja migran yang melebihi izin tinggal untuk pulang ke negara asal sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan.

Muhyuddin menjelaskan bahwa program rekalibrasi tenaga kerja membuka peluang bagi pekerja migran yang melebihi izin tinggal untuk dipekerjakan kembali dengan izin tinggal yang sah.

“Saya juga telah memohon kerja sama Bapak Presiden untuk memastikan agar warga negara Indonesia yang ingin bekerja di Malaysia dapat masuk ke Malaysia melalui jalur yang sah,” katanya.

Terkait dengan pekerja migran Indonesia di Malaysia, Presiden Jokowi juga menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Kerajaan Malaysia.

“Saya menyampaikan apresiasi penghargaan atas kerja sama perlindungan WNI di Malaysia, terutama selama pandemi. Saya kembali menitipkan WNI di Malaysia kepada Pemerintah Malaysia,” ungkapnya.

Terkait dengan perlindungan pekerja migran Indonesia, Jokowi menekankan pentingnya penyelesaian pembuatan MoU mengenai penempatan dan perlindungan pekerja domestik Indonesia di Malaysia.

“Selain itu, kedua negara juga perlu membangun one channel system agar masalah penempatan tenaga kerja secara lebih baik untuk mencegah terjadinya para pekerja menjadi korban perdagangan manusia,” ujarnya.

Recent Posts

OASE III PTKIN 2026 Berakhir Gemilang: Bukti Kampus Islam Siap Bersaing di Kancah Sains dan Teknologi Global

MONITOR, YOGYAKARTA — Ajang bergengsi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri…

6 jam yang lalu

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

22 jam yang lalu

Soroti 7 Persoalan Tata Kelola, Rokhmin Dahuri Dorong Reformasi Cagar Biosfer Indonesia

MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…

22 jam yang lalu

Hasil Ubinan BPS, Panen Padi di Cirebon Tembus 9,2 Ton per Hektare berkat Aplikasi Pureplant

MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…

1 hari yang lalu

Stafsus Menag Sambangi Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Tawarkan Trauma Healing untuk Santri

MONITOR, Sukoharjo – Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan pelayanan, pembinaan, dan…

3 hari yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Resmi Dibuka Menag, Dorong Integrasi Sains dan Nilai Agama

MONITOR, Yogyakarta - Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam…

3 hari yang lalu