POLITIK

Demokrat Mau Dikudeta, Pengamat: SBY Panik, AHY Kurang Moncer

MONITOR, Jakarta – Isu ‘kudeta’ Partai Demokrat diduga oleh orang dekat Istana mengemuka, setelah Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AYH) membeberkannya kepada publik baru-baru ini.

Putra sulung Presiden Keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu bahkan menyebut ada lima orang Istana Negara yang hendak merebut partai berlambang Bintang Mercy dari tampuk kepemimpinannya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab ikut berkomentar. Menurutnya, isu tersebut berhembus karena Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yakni SBY mulai panik lantaran elektabilitas ‘putranya’ tak kunjung mengalami peningkatan alias belum moncer di papan survei.

“Kepanikan SBY, karena dukungan terhadap AHY belum menunjukan kenaikan signifikan,” kata Fadhli di Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Analis politik asal UIN Jakarta itu menilai kepanikan itu terlihat karena SBY menyadari berbagai momentum politik kedepan juga cukup berat.

Isu normalisasi Pilkada Serentak yang tadinya mendapat dukungan mayoritas parpol tiba-tiba berubah arah menjadi pukulan bagi ‘Demokrat’ karena dinilai menutup jalan bagi AHY untuk membuktikan diri.

“Momentum Pilkada Serentak, khususnya DKI sebetulnya adalah ajang bagi AHY sebelum melenggang ke Pilpres 2024. Tetapi momen itu mendapat hadangan, sehingga kemungkinan besar Pilkada digelar setelah Pilpres 2024,” ujarnya.

Karenanya, Demokrat mulai memainkan strategi lain untuk dapat meraih simpati masyarakat melalui isu ‘intimidasi’ di internalnya. Fadhli menganggap, isu ini mengingatkan pola ‘flaying victim’ yang dinilai ampuh untuk merengkuh citra elektoral dari masyarakat.

“Citra yang ingin dibangun adalah adanya intimidasi dari pihak istana yang ingin memecah belah partai Demokrat,” pungkasnya.

Recent Posts

Kementan dan GPPU Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Perunggasan Nasional

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) memperkuat sinergi untuk…

11 jam yang lalu

Gangguan Transaksi Flip Masuk Hari Keempat, Pengguna Minta OJK dan BI Bertindak

MONITOR, Jakarta - Gangguan transaksi pada layanan teknologi finansial (tekfin) Flip memasuki hari keempat. Sejak…

12 jam yang lalu

Usai Paparan di Hadapan Wakil PM Timor-Leste, Rokhmin Dahuri Turun ke Atauro Petakan Harta Karun Ekonomi Biru

MONITOR, Dili - Setelah memaparkan konsep pengembangan ekonomi biru di hadapan Wakil Perdana Menteri Timor-Leste…

14 jam yang lalu

Bertemu Wakil PM Timor-Leste, Prof Rokhmin siapkan Roadmap Ekonomi Biru berbasis Potensi Lokal

MONITOR, Dili - Pengembangan ekonomi biru Timor-Leste memasuki tahap baru. Anggota DPR RI sekaligus Guru…

1 hari yang lalu

Pasar Semakin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Kian Kompetitif

MONITOR, Jakarta - Industri mainan merupakan salah satu bagian dari sektor industri aneka yang memiliki…

1 hari yang lalu

Fahri Hamzah Usul Ambang Batas Parlemen 0 Persen

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang  (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah merespons soal usulan…

1 hari yang lalu