HUMANIORA

Perhimpunan Guru Minta Pemda se-Indonesia Larang Sekolah Tatap Muka

MONITOR, Jakarta – Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) meminta pemerintah daerah (pemda) seluruh Indonesia mengikuti jejak DKI Jakarta yang tetap melarang sekolah tatap muka pada semester genap Januari-Juli 2021.

Koordinator Pusat P2G, Satriwan Salim, mengungkapkan bahwa larangan itu sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 di sektor pendidikan. Terlebih lagi, laju penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia cenderung naik dalam kurun waktu sebulan terakhir ini.

“Kami sudah mendesak beberapa minggu terakhir ini. Provinsi yang sudah memutuskan menunda tatap muka adalah Banten, Jawa Tengah dan Bengkulu, jadi sudah ada beberapa provinsi lebih cepat ketimbang Pak Anies. Tapi okelah daripada memutuskan masuk 4 Januari besok, itu lebih berbahaya,” ungkapnya seperti dikutip dari dari CNNIndonesia, Jakarta, Minggu (3/1/2021).

Satriwan menilai, dengan kondisi kasus Covid-19 yang bahkan sempat mencetak rekor kasus harian melebihi delapan ribu, maka sudah sewajarnya rencana sekolah tatap muka itu ditunda dulu.

Sebab, menurut Satriwan, bila masih memutuskan untuk membuka sekolah tatap muka, maka pemda abai terhadap keselamatan peserta didik, guru dan juga orang tua peserta didik.

Di samping itu, Satriwan pun menyoroti langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang pada 20 November 2020 lalu mengeluarkan kebijakan perizinan sekolah tatap muka mulai Januari 2021.

Satriwan mendesak, sebaiknya Kemendikbud mencabut atau merevisi kebijakan tersebut. Sebab, Satriwan mengaku khawatir beberapa sekolah tetap membuka pembelajaran tatap muka pada Januari 2021, seperti sekolah di daerah Jawa Barat dan Sumatera Barat.

“Makanya kalau dari awal SKB tiga menteri tegas menunda tatap muka, maka daerah-daerah sudah jauh-jauh hari memutuskan menunda pembelajaran tatap muka. Jadi jangan didesak-desak dulu. Saya melihat di sinilah bentuk ketegasan pemda-pemda untuk menunda tatap muka,” ujarnya.

Kemudian, Satriawan pun mengaku pihaknya kerap mendapat keluhan dari orang tua hingga guru soal beban sekolah daring.

“November kemarin kami P2G melakukan survei di 100 Kota/Kabupaten di 29 Provinsi. Dan ternyata di daerah, maaf, seperti pelosok, salah satunya Kabupaten Pandeglang, Lampung Barat, kemudian di Kapuas, Itu guru-guru berharap masuk karena kesusahan kalau daring internetnya,” katanya.

Namun Satriwan kembali mengingatkan bahwa dampak pembukaan sekolah tatap muka akan lebih besar lagi.

Satriawan menilai pemerintah, dalam hal ini lintas kementerian perlu menambah fasilitas sekolah daring seperti gawai dan jaringan internet, sehingga pembelajaran dapat berlangsung sampai kasus Covid-19 di Indonesia benar-benar landai.

Recent Posts

Apresiasi Kebijakan Afirmasi Pendidikan Prabowo, Rektor UIN Jakarta ajak Semua Pihak Bangun Sinergi Tri Dharma Terintegrasi

MONITOR, Jakarta - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar mengapresiasi kebijakan trasformatif…

6 menit yang lalu

Kemnaker Gandeng Tiga Kampus di Bandung untuk Pengembangan SDM, Riset, dan Pengabdian Masyarakat

MONITOR, Jakarta—Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan tiga perguruan tinggi di Bandung, yakni Universitas…

1 jam yang lalu

Kenaikan Dollar antara Kepanikan dan Rasionalitas Ekonomi

Oleh: Haris Zaky Mubarak, MA* Dalam setiap episode diskursus pelemahan rupiah, satu fenomena selalu berulang…

2 jam yang lalu

Di Konferensi Perburuhan Internasional, Menaker Yassierli Paparkan Program Presiden Prabowo untuk Siapkan Tenaga Kerja Masa Depan

MONITOR, Jenewa - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memaparkan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan…

6 jam yang lalu

Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar Modus DAM dan Badal Haji, Oknum KBIHU Terancam Dicabut Izinnya

MONITOR, Jeddah -  Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkap dugaan praktik…

6 jam yang lalu

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Buya Satria Efendi Tuanku Kuniang(Wakil ketua PCNU Padang Pariaman) Nahdlatul Ulama (NU) sedang berada di…

16 jam yang lalu