HUMANIORA

Lagi, Dosen UIN Jakarta Suami-Istri Raih Jabatan Guru Besar

MONITOR, Tangerang Selatan – Bertambahnya jumlah guru besar di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menghadirkan catatan menarik. Setelah Menteri Agama menyerahkan Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Guru Besar pada 13 Juli 2026, muncul satu fakta yang menyita perhatian, yakni kembali bertambahnya pasangan suami-istri dosen UIN Jakarta yang sama-sama menyandang jabatan akademik tertinggi sebagai profesor.

Saat ditemui di Kampus UIN Jakarta, Ciputat, Jumat (17/7/2026), Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, menjelaskan bahwa fenomena tersebut bukanlah yang pertama terjadi di kampus yang dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan keilmuan Islam di Indonesia itu.

Menurutnya, UIN Jakarta memiliki tradisi akademik yang kuat sehingga mampu melahirkan banyak akademisi dengan capaian tertinggi dalam karier dosen.

“Alhamdulillah, ini bukan kali pertama pasangan suami-istri dosen UIN Jakarta berhasil meraih jabatan guru besar. Dalam sejarah UIN Jakarta, sudah ada beberapa pasangan profesor yang menjadi bagian dari tradisi akademik kampus ini,” ujar Prof. Tholabi.

Ketika ditanya mengenai pasangan profesor yang pernah tercatat di lingkungan UIN Jakarta, Prof. Tholabi menyebut sejumlah nama yang telah memberikan kontribusi besar bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam.

Di antaranya adalah almarhumah Prof. Dr. Hj. Huzaemah Tahido Yanggo, M.A. dan Prof. Dr. H. Abdul Wahab Abdul Muhaimin, Lc., M.A. yang pernah mengabdi sebagai dosen Fakultas Syariah dan Hukum. Selain itu, terdapat Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, M.A. dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan bersama Prof. Dr. Hj. Musdah Mulia, M.A. yang mengajar pada Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta.

Pasangan lainnya adalah Prof. Nur Hidayah, S.Ag., S.E., M.A., M.A., Ph.D., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, bersama Prof. Dr. Agus Salim, S.Ag., M.Si., dosen Fakultas Sains dan Teknologi.

Lalu, siapa pasangan profesor terbaru di UIN Jakarta?

Menjawab pertanyaan tersebut, Prof. Tholabi menyampaikan bahwa daftar pasangan profesor kini bertambah dengan diraihnya jabatan guru besar oleh Prof. Dr. H. Suwendi, M.Ag. dalam bidang Pemikiran Pendidikan Islam pada Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta.

“Dengan terbitnya KMA Guru Besar yang diserahkan pekan lalu, pasangan suami-istri profesor di UIN Jakarta kembali bertambah. Prof. Suwendi kini menyusul istrinya, Prof. Dr. Hj. Mesraini, S.Ag., S.H., M.Ag., yang lebih dahulu dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Fiqh Munakahat pada tahun 2023,” jelasnya.

Saat ini, Prof. Mesraini juga mengemban amanah sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta.

Lebih lanjut, Prof. Tholabi mengungkapkan bahwa capaian Prof. Suwendi tidak diperoleh secara instan. Karier akademiknya telah dibangun melalui proses panjang sejak diangkat sebagai dosen UIN Jakarta pada tahun 2006. Lima tahun kemudian, ia berhasil meraih jabatan akademik Lektor Kepala.

Pada periode 2012 hingga 2023, Prof. Suwendi mendapat amanah untuk menduduki berbagai jabatan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Karena menduduki jabatan struktural, jabatan fungsional dosennya dihentikan sementara sesuai ketentuan yang berlaku.

Setelah kembali bertugas di UIN Jakarta pada tahun 2023, ia mengaktifkan kembali jabatan fungsional akademiknya dan fokus menjalankan tridarma perguruan tinggi.

“Beliau sangat produktif dalam melakukan penelitian, menulis artikel pada jurnal internasional bereputasi, menerbitkan karya ilmiah, terlibat dalam berbagai forum akademik, serta memenuhi beban kerja dosen secara konsisten. Semua itu menjadi modal penting dalam memenuhi persyaratan untuk meraih jabatan guru besar,” kata Prof. Tholabi.

Menurutnya, keberhasilan pasangan suami-istri meraih jabatan profesor tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UIN Jakarta.

“Sebagai pimpinan universitas, kami tentu sangat bangga. Capaian ini menunjukkan bahwa budaya akademik yang kuat dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan keluarga akademisi. Ini menjadi teladan bahwa dedikasi, kerja keras, dan produktivitas ilmiah akan membuahkan hasil yang membanggakan,” ujarnya.

Prof. Tholabi berharap capaian tersebut dapat memotivasi para dosen, khususnya di lingkungan UIN Jakarta dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Semakin banyak guru besar yang lahir, semakin kuat pula kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan Islam, dan pembangunan bangsa. Karena itu, kami terus mendorong para dosen untuk meningkatkan produktivitas akademiknya dan mencapai jenjang karier tertinggi sebagai profesor,” pungkasnya.

Recent Posts

Mahasiswa KKN FIKOM Universitas Pancasila Gelar Pelatihan Digital Marketing, Perkuat Daya Saing UMKM Desa Tonjong

MONITOR, Bogor – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 2 Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas…

12 jam yang lalu

SETARA Institute Kritik Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak

MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Pers Hendardi, mengkritik pelibatan Bintara Pembina Desa…

13 jam yang lalu

Nanik S Deyang Mundur, Ketua DPR Dorong Kepala BGN Baru Bisa Perbaiki Kinerja Lembaga

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi mundurnya Nanik S. Deyang dari jabatannya…

15 jam yang lalu

Kemenag Perkuat Perlindungan Anak di Lingkungan Pendidikan Keagamaan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan keagamaan melalui…

15 jam yang lalu

Danantara Indonesia Tinjau Transformasi Layanan Jasa Marga

MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono mendampingi Kepala…

15 jam yang lalu

HKTI Lumajang dan Disperindag Jatim Perkuat Jalur Ekspor, Tinjau Langsung Rantai Pasok Produk Pertanian di Hong Kong

MONITOR, Hong Kong – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang bersama Dinas Perindustrian dan…

15 jam yang lalu