Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Abdul Mu'ti
MONITOR, Jakarta – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, pagi ini mengabarkan dirinya memutuskan untuk tidak bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju.
Pernyataan resmi tersebut disampaikan setelah ramai beredar nama Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini masuk dalam jajaran calon Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju yang akan dilantik Presiden Jokowi pagi ini.
“Setelah melalui berbagai pertimbangan, saya memutuskan untuk tidak bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju dalam jabatan wakil menteri,” ungkap Abdul Mu’ti, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/12).
Abdul Mu’ti menilai dirinya bukan figur yang tepat untuk menduduki jabatan Wakil Menteri tersebut. Padahal ketika di awal dihubungi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, ia bersedia.
“Saya merasa tidak akan mampu mengemban amanah yang sangat berat itu. Saya bukanlah figur yang tepat untuk amanah tersebut,” tuturnya.
Setelah melalui sejumlah pertimbangan, ia kemudian berubah pikiran. Mu’ti merasa belum mampu untuk mengemban amanah tersebut.
“Tetapi, setelah mengukur kemampuan diri, saya berubah pikiran. Semoga ini adalah pilihan yang terbaik,” imbuhnya.
MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch…
MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menerima penghargaan _“The…
MONITOR, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Muhammad…
MONITOR, Jakarta — Menjelang berakhirnya Program Magang Nasional Batch 2 pada 23 Mei 2026, Kementerian Ketenagakerjaan…
MONITOR, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan menuju Arab…
MONITOR, Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman berkolaborasi dengan Menteri…