PEMERINTAHAN

Kunjungi Tabanan, Mentan SYL: Bangun Pertanian Jangan Lupakan Warisan Kebudayaan

MONITOR, Tabanan – Pandemi Covid-19 berengaruh pada sektor sosial ekonomi bahkan juga berdampak pada sektor pertanian, utamanya pada jalur distribusi bahan pokok kebutuhan masyarakat dengan pemberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar.

Namun, pertanian sebagai bagian integral dari pembangunan nasional justru memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhuan ekonomi selama pandemi.
Sektor pertanian ternyata lebih tangguh karena selain ditopang oleh teknologi modern, peran budidaya dan sistem pertanian tradisional juga tetap memberikan peran signifikan, salah satunya konsep subak dan metode pertanaman terasering yang diterapkan di Propinsi Bali.

“Terasering ini adalah keajaiban dunia. Rahmat Tuhan bagi Tabanan, bagi Bali dan Indonesia,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat mengunjungi Agrowisata Terasering Jatuluwih Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (11/12).

Mentan SYL mengaku selama ini hanya bisa menyaksikan terasering melalui televisi dan media lainnya.

“Saya bersyukur. Hari ini bisa melihat langsung. Terasering ini menjadi contoh dan kebanggaan nasional. Sebuah kearifan yang harus dilestarikan,” ungkapnya.

Mantan Bupati Gowa dan Gubernur Sulawesi Selatan ini menyampaikan bahwa selama dirinya menjabat sebagai Kepala Daerah, ia mengatakan pernah menduplikasi terasering Tabanan di Kabupaten Gowa yaitu di Tinggimoncong, Tompobulu.

Bukan hanya terasering, pria yang akrab disapa Komandan ini juga pernah meniru konsep Subak saat ia menjabat Camat Bontonompo.

Pada Subak, menurutnya banyak kebaikan dan pelajaran yang bisa dipetik, diantranya mengajarkan untuk bersahabat dengan alam.

“Alam akan merespon sesuai dengan apa yang kita perbuat. Karena itu, baik-baiklah kita kepada alam,” ungkap SYL.

Subak, lanjut Mentan SYL juga mengajarkan kebersamaan dan kegotongroyongan.

“Sinergi pemerintah dengan masyarakat bisa kita lihat. Ada kebersamaan. Seperti Burung. Jika terbang sendiri kecepatannya tidak sekencang jika terbang bersama-sama dengan formasi V. Itulah kelebihan kebersamaan,” jelas SYL.

Selanjutnya, Subak menurutnya mempertahankan citra indonesia.

“Ini adalah heritage. Warisan dunia. Hal seperti ini tidak boleh ada alih fungsi lahan.
Harus dilestarikan. Pendahulu kita, sejak lama sudah mampu menyediakan pangan dengan cara-cara konvensional. Kita, selaku peneeusnya tinggal melanjutkan. Dengan inovasi misalkan minapadi. Intinya, harus lebih baik. Menghadirkan nilai tambah,” imbuhnya.

Mentan SYL juga mengagumi kepedulian dan keramahtamahan mayarakat Bali.

“Kerukunan ini modal besar. Saya perhatikan tidak ada kekerasan. Pak Kadis propinsi dan Kabupaten, semua ini bisa kita wujudkan, syaratnya harus ada konsepsi terpadu dan terintegrasi,” pungkasnya.

Recent Posts

Kemenag Tegaskan Madrasah Harus Bebas Kekerasan, Dirjen Pendis: Dorong Kurikulum Berbasis Cinta Lewat Matamuda 2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, menegaskan bahwa madrasah…

43 menit yang lalu

Anak Gunung Krakatau Aktif, Waka Komisi V DPR Ingatkan Pentingnya Keamanan Masyarakat dan Jalur Pelayaran

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…

6 jam yang lalu

Siswa Diduga Korban Bullying Ledakkan Bom Rakitan, Legislator Dorong Ciptakan Lingkungan Sekolah yang Guyub

MONITOR, Jakarta - Anggota DPR RI Alex Indra Lukman menyoroti aksi seorang pelajar berinisial R…

6 jam yang lalu

Menag Resmi Buka KKN Nusantara VI 2026: Mahasiswa dari 42 PTK Se-Indonesia Bawa Semangat Ekoteologi di Tanah Baduy

MONITOR, Serang - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, secara resmi membuka…

12 jam yang lalu

Puan Soal Krisis Murid di Sekolah Negeri: Harus Jadi Alarm Tata Ulang Pelayanan Pendidikan Dasar Nasional

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid…

1 hari yang lalu

Dorong HKI PVT, Pusat PVTPP Kementan Terus Tingkatkan Inovasi Varietas Unggul

MONITOR, Jakarta - Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus…

1 hari yang lalu