Peneliti senior Saiful Mujani (dok: faktanews)
MONITOR, Jakarta – Penyelenggaraan pilkada serentak 2020 telah usai. Sejumlah lembaga survei pun telah melakukan proses penghitungan suara secara cepat (quick count) pada 9 Desember 2020 lalu.
Menyinggung keterpilihan calon kepala daerah, peneliti senior Saiful Mujani mengatakan bahwa politik uang tak sepenuhnya memberikan pengaruh bagi kemenangan kandidat.
Ia meyakini politik uang akan berpengaruh pada keterpilihan calon, apabila tidak ada kandidat calon yang memenuhi kualifikasi kompetensi. Sebab, dengan uang, calon peserta bisa membeli kendaraan partai dan suara rakyat.
“Politik uang menentukan bila tak ada calon yang menenuhi kualifikasi kompetensi/integrity/accetability/care itu. Uang menentukan bila kualitas calon-calonnya busuk,” ujar Ilmuwan Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, Jumat (11/12).
“Calon busuk membutuhkan uang untuk beli partai dan pemilih. Partai sebenarnya bisa memutus rantai kebusukan ini,” sambungnya.
Lebih jauh ia mengatakan seorang yang memiliki rekam jejak yang bagus, disertai dukungan dari tokoh-tokoh berpengaruh justru yang akan mengalahkan politik uang.
“Uang bisa kalah kalau ada calon yang dipercaya rakyat karena track record dan dukungan tokoh-tokoh berpengaruh di masyarakat. Bukan uang tapi kompetensi dan integrity dan care,” ujarnya tegas.
MONITOR, Bangka – Sejarah Pulau Bangka tidak dapat dipisahkan dari timah. Sejak masa kolonial, komoditas…
MONITOR, Aceh Selatan - Ribuan warga dari sejumlah gampong terdampak berkumpul di Masjid Jami' Al…
Maria Ulfa(Dosen Ilmu Susastra, Prodi Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)…
MONITOR, Jakarta — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimeriahkan salah satunya…
MONITOR, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi dan berbagai capaian pembangunan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat standar pelayanan publik untuk…