Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir (Merdeka)
MONITOR, Jakarta – Momentum hari Hak Asasi Manusia (HAM) patut dimaknai sebagai refleksi sekaligus menguatkan komitmen dalam mewujudkan keadilan HAM di Indonesia.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyatakan HAM bagi dunia dan bagi Indonesia merupakan komitmen global dan nasional yang telah berjalan puluhan tahun bahkan ratusan tahun.
“Ini sebagai wujud penghormatan terhadap hak-hak dasar manusia untuk hidup dan melangsungkan kehidupan dengan berbagai jaminan,” kata Haedar Nashir, Kamis (10/12).
Dalam konteks kehidupan saat ini, Haedar mengakui masih ada berbagai kelemahan dalam praktik meneggakan Hak Asasi Manusia di Republik tercinta Indonesia.
Ia mengingatkan, siapapun di negara ini tidak boleh ada yang melanggar hak asasi manusia, termasuk negara sendiri.
“Siapapun di Republik ini termasuk negara, tidak boleh melanggar Hak Asasi Manusia dan merugikan Hak Asasi Manusia,” tegasnya.
MONITOR, Tanjungpinang - Indonesia dinilai memiliki modal strategis untuk memainkan peran lebih besar dalam ekonomi…
MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta peserta Talent and Innovation Hub (TIH) memastikan…
MONITOR, Jakarta - Di tengah bentang Samudra Hindia, Pulau Siberut di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra…
MONITOR - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Suwendi, M.Ag., menegaskan bahwa…
MONITOR, Jakarta - Perpindahan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari posisi Kapolri ke Kepala Staf…
MONITOR, Temanggung - Produktivitas padi di demplot seluas 5 hektare di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto,…