Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik (net)
MONITOR, Jakarta – Insiden berdarah yang merenggut nyawa enam orang anggota laskar Front Pembela Islam (FPI), di tangan kepolisian membuat banyak kalangan bereaksi.
Di kalangan kader partai Demokrat, kasus ini tajam dibahas. Misalnya Wasekjen DPP Demokrat Rachland Nashidik, yang membandingkan penanganan ormas FPI di jaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dengan era Jokowi.
Rachland mengatakan, tindak kekerasan yang dilakukan oknum anggota FPI umumnya akan diselesaikan dengan jalur hukum. Sang pelaku ditangkap, lalu diadili.
“Di masa SBY, tindakan polisional FPI, yang faktanya kerap dengan kekerasan, dihadapi dengan hukum,” kata Rachland Nashidik, Rabu (9/12).
Jika dibandingkan penanganannya di jaman Jokowi, ia menyesalkan karena tindak kekerasan harus dibayar dengan nyawa.
“Pelakunyan ditangkap, diadili dan dibui setelah dibuktikan bersalah. Bukan dibunuh!” pungkas Rachland.
MONITOR, Jakarta – Bertepatan dengan peringatan Hari Santri, Kamis (22/10/2026), Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama…
MONITOR, Jakarta - Analis intelijen dan keamanan, Ngasiman Djoyonegoro mengapresiasi Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario…
MONITOR, Tangerang Selatan - Komnas Haji dan Umrah mengapresiasi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang…
MONITOR, Brebes - Peringatan Hari Santri menjadi momentum bagi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU)…
MONITOR, JAKARTA - Konser penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli di Indonesia dinilai dapat menjadi momentum…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperluas akses pembiayaan, mempercepat…