PERTANIAN

2021 Sumba Barat Daya Siap Mandiri Cabai, Tomat dan Bawang Merah

MONITOR, Sumba Barat Daya – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan terus mendorong upaya mewujudkan kemandirian pangan. Kemandirian pangan bermula dari scope yang kecil minimal mampu mencukupi kebutuhan wilayahnya sendiri.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Kabupaten Sumba Barat Daya, Adi Mada saat ditemui di kantor dinas, Jumat (4/12) menyampaikan bahwa kebutuhan produk hortikultura seperti cabai, bawang merah dan tomat masih bergantung dari luar daerah.

“Suplai produk hortikultura kami masih bergantung dari Bima dan Sumbawa. Kami sangat berterima kasih atas bantuan pengembangan kawasan yang diberikan Kementerian Pertanian. Kami dapat meningkatkan produksi hortikultura di sini. Harapan kami, Sumba Barat Daya bisa mandiri cabai, bawang dan tomat,” papar Adi, sapaan akrabnya.

Di lokasi berbeda, petani Desa Watu Kawula, Kecamatan Kota Tambolaka, Martinus Lede menceritakan pengalamannya dalam bertani hortikultura.

Ia melihat peluang pasar hortikultura di Sumba Barat Daya. Pasokan tomat masih disuplai dari Bima sebanyak 10 ton. Melihat peluang tersebut, Martinus mencoba bertanam tomat. Awalnya hanya menanam 400 batang tomat dan mendapat penghasilan bersih Rp 3 juta.

“Berawal dari penghasilan perdana Rp 3 juta, saya nekat menebang pohon mete dan menggunakan lahan perkebunan mete yang saya punya untuk bertanam tomat dan bawang merah. Sekarang saya sedang menanam 3.000 batang tomat. Kalau berjalan lancar, keuntungannya akan mencapai Rp 20 juta,” cerita Martinus.

Martinus juga tergolong risk taker. Ia bertanam tomat di luar musim. Umumnya petani di wilayahnya tidak berani bertanam tomat pada bulan Desember-Januari karena hujan sehingga potensi busuk buah tinggi. Berkat kegigihannya, Martinus justru mengambil peluang tersebut.

“Saya memilih varietas Gustavi F1 produksi EWINDO. Varietas tersebut tahan hujan dan proses pemasakan buahnya juga lebih cepat meskipun di musim hujan. Sehingga dalam satu minggu tomatnya bisa dua kali panen,” papar Martinus.

Martinus juga menerapkan teknologi tetes untuk pengairan lahannya. Teknik irigasi tetes sangat tepat diaplikasikan di lokasi ini karena lokasi ini sulit air. Dengan irigasi tetes penggunaan air menjadi lebih hemat dan tidak banyak air yang terbuang. Untuk menyiram tanamannya Martinus harus membeli air 2 tangki per hari atau setara 10 ribu liter. Saat ini dia secara swadaya sedang membangun sumur bor senilai Rp 50 juta.

Pembangunan sumur dilakukan agar kecukupan air di lahan miliknya dan petani lain di sekitar terjamin. Martinus memiliki harapan besar agar petani di lokasinya dapat mencontoh usaha tani hortikultura yang dilakukannya sehingga Sumba Barat Daya tidak perlu menyuplai tomat dari Bima.

Tak berhenti pada sisi hulu saja, di sisi hilir Martinus mampu memotong rantai tata niaga. Pemasaran tomatnya dilakukan ke kantor-kantor pemerintahan termasuk juga secara online. Ia menerima pesanan melalui WhatsApp dan Facebook lalu diantarkan langsung ke rumah pembeli.

Martinus tidak hanya menanam tomat saja, ia juga menanam cabai dan bawang merah. Tahun ini dirinya mendapatkan alokasi bantuan fasilitasi kawasan cabai seluas 1 hektare dan bawang merah 1 hektare dari Direktorat Jenderal Hortikultura. Sementara itu total alokasi fasilitasi sayuran dan tanaman obat di Kabupaten Sumba Barat Daya untuk cabai seluas 30 hektare, bawang merah 20 hektare dan jahe 2 hektare.

Mengetahui kegigihan petani Sumba Barat Daya, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto meyakini jika setiap wilayah di Indonesia mampu melakukan hal yang sama maka swasembada nasional akan segera terwujud.

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Transformasi Tata Kelola UMKM Melalui SAPA UMKM

MONITOR, Lombok Barat – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan transformasi…

9 menit yang lalu

Kemenag Tegaskan Madrasah Harus Bebas Kekerasan, Dirjen Pendis: Dorong Kurikulum Berbasis Cinta Lewat Matamuda 2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, menegaskan bahwa madrasah…

3 jam yang lalu

Anak Gunung Krakatau Aktif, Waka Komisi V DPR Ingatkan Pentingnya Keamanan Masyarakat dan Jalur Pelayaran

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…

8 jam yang lalu

Siswa Diduga Korban Bullying Ledakkan Bom Rakitan, Legislator Dorong Ciptakan Lingkungan Sekolah yang Guyub

MONITOR, Jakarta - Anggota DPR RI Alex Indra Lukman menyoroti aksi seorang pelajar berinisial R…

8 jam yang lalu

Menag Resmi Buka KKN Nusantara VI 2026: Mahasiswa dari 42 PTK Se-Indonesia Bawa Semangat Ekoteologi di Tanah Baduy

MONITOR, Serang - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, secara resmi membuka…

14 jam yang lalu

Puan Soal Krisis Murid di Sekolah Negeri: Harus Jadi Alarm Tata Ulang Pelayanan Pendidikan Dasar Nasional

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid…

1 hari yang lalu