Ketua Umum Asosiali Nelayan Lobster Indonesia (ANLI), Rusdianto Samawa menjadi tamu Podcast Monitor
MONITOR, Jakarta – Tertangkapnya politikus Gerindra Edhy Prabowo dalam kasus suap ekspor benih lobster mendapat sorotan dari para nelayan. Sebagian besar para nelayan bersyukur eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) itu diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setibanya di Bandara Soekarno Hatta.
Dibalik penangkapan Edhy ini, Ketua Umum Asosiali Nelayan Lobster Indonesia (ANLI), Rusdianto Samawa, mengatakan para nelayan lobster khususnya sangat gembira. Pertama, para nelayan merasa gembira karena membuat regulasi baru yang pro terhadap kepentingan nelayan.
“Ada tiga rasa syukur nelayan (lobster), mereka bersyukur Pak Edhy jadi menteri selama setahun ini, karena membawa nelayan keluar dari kepungan regulasi pelarangan dari mantan menteri sebelumnya (Susi),” kata Rusdianto dalam wawancara khusus bersama redaksi MONITOR.
Kedua, lanjut Rusdianto, para nelayan ini kesal karena Edhy Prabowo terlibat dalam monopoli ekspor benih lobster. Menurutnya, hal ini sangat merugikan nelayan.
“Nelayan juga bersyukur Edhy ditangkap, karena Pak Edhy berkomplotan dengan monopoli dan black market,” jelasnya.
Selain itu, para nelayan kecewa karena sejumlah kebijakan Edhy Prabowo ternyata menguntungkan para eksportir dibandingkan nelayan lokal.
“Ketiga, rasa syukur nelayan karena mereka kesal dengan para eksportir, soal harga juga karena mereka ini juga ingin memberikan pemasukan kepada negara,” tukas Rusdianto.
MONITOR, Lampung Selatan - Upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan dari…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan daya…
MONITOR, Denpasar — Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menegaskan pentingnya penguatan ekosistem digital…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan jemaah haji Indonesia pada fase Mina, khususnya…
MONITOR, Jakarta — Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, menilai bantuan…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan melaksanakan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 Batch 2 di…