POLITIK

Kenalkan Logo Baru, Pengamat: PKS Gusar Banyak Partai Islam Muncul

MONITOR, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengenalkan logo baru pada munas terakhir mereka. Sentuhan warna orange sebagai warna baru dalam logo dimaknai sebagai inklusifitas partai dalam menyongsong tantangan ke depan.

Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (SUDRA), Fadhli Harahab, menilai perubahan logo organisasi atau partai merupakan hal biasa dalam merespon perubahan situasi dan kondisi.

Setidaknya, menurut Fadhli, ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan PKS melakukan perubahan simbol partainya biar tercitrakan tidak ekslusif.

“Pertama, PKS ingin meramba suara anak muda milenial. Terlihat dari rekrutan mereka yang kini menduduki kursi Ketua DPP Bidang Pemuda, mas Gamal,” terang Fadhli.

Menurut analis sosial politik asal UIN Jakarta itu, potensi suara milenial pada Pemilu mendatang cukup signifikan dan menentukan. Ditambah lagi potensi sumber daya manusianya yang terdidik dan inovatif tentu saja akan menjadi rebutan setiap partai.

“Suara milenial ke depan cukup besar. Ada sekitar seperempat lebih suara pemilih itu milenial. Dan itu menjadi rebutan semua partai,” terangnya.

Pertimbangan selanjutnya kata Fadhli, kemunculan partai baru berbasis massa islam, misalnya Partai Ummat dan Partai Masyumi reborn. Menurutnya, kemunculan partai baru ini sedikit banyak akan mempengaruhi irisan basis massa PKS, meskipun hingga saat ini belum disahkan Kemenkumham.

Ditambah lagi, perpecahan dikubu PKS yang kemudian melahirkan partai Gelora pimpinan Anis Matta.

“Hal itu membuat PKS gusar, makanya harus ada perubahan logo, perubahan tagline dan jargon. Pola geraknya juga pasti harus berubah,” jelasnya.

Fadhli berpandangan, jika PKS tidak memilih perubahan, tentu saja akan berdampak pada perolehan suara elektoral di tengah persaingan yang semakin ketat.

“Kalau tidak begitu, PKS terancam ‘nyungsep’ di Pemilu ke depan,” pungkasnya.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Ekonomi Biru Jadi Game Changer Indonesia Menuju 2045

MONITOR, Tanjungpinang - Indonesia dinilai memiliki modal strategis untuk memainkan peran lebih besar dalam ekonomi…

3 jam yang lalu

Tinjau Peserta TIH, Menaker Minta Buktikan Keunggulan Produk

MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta peserta Talent and Innovation Hub (TIH) memastikan…

10 jam yang lalu

Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana

MONITOR, Jakarta - Di tengah bentang Samudra Hindia, Pulau Siberut di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra…

22 jam yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Subkultur Pesantren Menjadi Identitas dalam Sistem Pendidikan Nasional

MONITOR - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Suwendi, M.Ag., menegaskan bahwa…

1 hari yang lalu

Analis: Listyo Sigit di KSP Perkuat Perspektif Keamanan dalam Pengawalan Pembangunan

MONITOR, Jakarta - Perpindahan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari posisi Kapolri ke Kepala Staf…

1 hari yang lalu

Panen Padi Temanggung Tembus 10,2 Ton/Ha, Komisi IV DPR dorong Pemupukan Berimbang

MONITOR, Temanggung - Produktivitas padi di demplot seluas 5 hektare di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto,…

1 hari yang lalu