PERTANIAN

Kementan Beri Bantuan Embung untuk Pertanian Bulukumba

MONITOR, Bulukumba – Untuk mengatasi kekurangan pengairan sepanjang musim pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) gencar melakukan pembangunan embung yang diharapkan menjadi solusi. Salah satunya yang dibangun di Desa Palambarae, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, Pemerintah harus melakukan upaya antisipasi permasalahan kebutuhan air. Karena memang manfaat infrastruktur air seperti embung, dam parit maupun long storage akan terasa ketika kemarau datang.

“Bangunan air seperti embung akan bermanfaat meskipun debit air kecil, air masih bisa teralirkan ke sawah-sawah petani. Sehingga petani bisa menambah pertanaman dalam setahun, dari satu kali menjadi dua kali,” jelas Mentan SYL, Rabu (2/11).

Mentan SYL menambahkan, insfrastruktur air ini juga sangat berguna dalam pengelolaan air lahan kering maupun tadah hujan. Dirinya berharap masyarakat dan para petani bisa menjaga dan merawat apa yang telah dibangun oleh pemerintah.

“Saya pesan kepada petani dan masyarakat agar menjaga dan memelihara embung dengan baik. Jangan sampai rusak atau terbengkalai karena ini kan manfaatnya selain buat petani juga masyarakat bisa menggunakan air di sini saat kekeringan,” tuturnya.

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menjelaskan, pembangunan embung itu diharapkan bisa menampung air hujan dan mengairi sawah, sehingga mampu meminimalisir kerugian petani.

“Program pembangunan embung itu merupakan program strategis untuk penampungan air hujan atau sumber sumber mata air di tempat lain. Sehingga, ke depan, program embung mampu mengantisipasi kekeringan di lahan pertanian kita,” kata Sarwo Edhy.

Menurut Sarwo Edhy, pembuatan embung sangat diperlukan. Jika musim hujan lahan tidak terendam air, di musim kemarau saat air dari irigasi tidak mencukupi maka embung bisa dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk mengairi lahan padi atau tanaman pertanian lainnya.

“Kami meningkatkan pendapatan petani melalui penerapan pertanian yang lebih baik. Proyek konservasi lahan juga diharapkan menyelamatkan lahan kritis dengan menanamkan tanaman konservasi produktif,” pungkas Sarwo Edhy.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Bulukumba Emil Yusri sangat apresiasi terhadap bantuan pembangunan embung ini. Hal ini sebagai upaya konservasi air pada saat kemarau yang sangat bermanfaat bagi petani.

“Terima kasih kepada Pemerintah Pusat dengan dana APBN-TP. Semoga kedepannya kegiatan embung bertambah lagj di Kabupaten Bulukumba,” ujar Emil Yusri.

Sementara, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Beccikang 1, Mustang menjelaskan, pembangunan embung sudah selesai pekerjaan fisik 100% pada bulan Oktober 2020. Embung ini langsung dimanfaatkan utk mengairi pertanaman seluas 35.5 ha pada periode MT II Okmar 2020/2021.

“Semula IP 2, sekarang menjadi IP 2.5. Dan kebutuhan air yg sangat mencukupi dengan adanya pembangunan embung ini,” ujarnya.

Recent Posts

Peternak Lumajang Ari Borong Empat Gelar di Kontes Ternak DKPP 2026

MONITOR, Lumajang - Peternak asal Kabupaten Lumajang, Ari, meraih empat gelar juara dalam Kontes Sapi,…

17 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Guruh Soekarnoputra Wariskan Nasionalisme Lewat Seni dan Budaya

MONITOR, Jakarta - Kepergian seniman dan budayawan Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra meninggalkan warisan penting dalam…

1 hari yang lalu

Delegasi U.S. Army War College Sambangi Istiqlal, Gugun Gumilar Dorong Penguatan Dialog Indonesia-AS

MONITOR, Jakarta - Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat kembali mendapat ruang dalam pertukaran gagasan strategis.…

2 hari yang lalu

Menteri UMKM: LAKSMI Tingkatkan Graduasi Ekonomi Pengusaha Mikro Inklusif

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…

3 hari yang lalu

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

3 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

3 hari yang lalu