PERTANIAN

Amankan Sektor Pangan, Jateng Lakukan Pengendalian OPT

MONITOR, Semarang – Evaluasi pengendalian Organisme Penggangu Tumbuhan perlu dilakukan untuk mencari strategi terjitu dalam pengendalian hama dan penyakit. Kementerian Pertanian memiliki tugas selain meningkatkan produksi juga melakukan pengamanan produksi.

Salah satu bentuk nyata dengan melakukan Koordinasi dan Evaluasi Pengendalian OPT. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPHP) Jawa Tengah bekerjasama dengan berbagai instansi pertanian, diantaranya Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), TVRI, Balai Benih TPH semarang, dan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih.

Pada kesempatan tersebut BBPOPT diwakili oleh POPT senior Yadi Kusmayadi. Yadi yang dikenal sebagai pakar hama pada saat diwawancara hari Selasa (1/12) menyampaikan bahwa ada tiga hama utama yang perlu diwaspadai untuk musim tanam padi MT 2020/2021 yaitu Penggerek Batang Padi (PBP), Tikus dan Wereng Batang Coklat (WBC).

“Berdasarkan angka ramalan yang dikeluarkan oleh BBPOPT bila tidak ada upaya yang serius serangan PBP bisa mencapai 60.837 ha, tikus 51.584 ha, dan WBC seluas 48.105 ha,” jelas Yadi.

Selanjutnya Yadi menjelaskan tentang Strategi Pengendalian PBP, Tikus dan WBC. Beberapa poin tentang strategi pengendalian yang perlu digaris bawahi dalam pertemuan tersebut yaitu perlunya pembabatan sisa panen (singgang) serendah mungkin yang diikuti dengan pengenangan, hal ini bertujuan untuk menghilangkan sumber OPT. Pengolahan tanah perlu dikaukan secara sempurna untuk selanjutnya dilakukan tebar benih. Selain itu, perlu dipertimbangan penyediaan tempat berlindung bagi musuh alami OPT.

“Untuk PBP, lakukan penundaan waktu tebar benih paling tidak 10 hari setelah puncak penerbangan ngengat PBP setelah itu apabila ditemukan kelompok tlur di persemaian maka lakukan pengumpulan kelompok telur,” tambah Yadi.

Pengendalian tikus dapat dilakukan dengan gropyokan yaitu Bongkar lubang aktif, Buru, Bunuh Tikusnya dan Betulkan kembali. Gropyokan akan efektif dilakukan pada hamparan yang luas, berkesinambungan dan dilakukan secara bersama-sama.

Selain itu pengemposan dengan asap belerang pada liang-liang aktif tikus dapat dilakukan dikombinasikan dengan jala kremat. Teknologi lain yang dapat dilakukan yaitu pengunaan Trap Crop Barrier System (TBS) dengan membuat tanaman pengangkap berukuran 50 x 50 m untuk mewakili 40 Ha.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Edy Purnawan mengapresiasi langkah Provinsi Jawa Tengah yang terus menggalakkan gerakan-gerakan pengendalian OPT. “Penting untuk terus kita lakukan kordinasi dan evaluasi pengendalian OPT ini.” kata Edy.

Terpisah,Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan bahwa antisipasi dini serangan OPT perlu dilakukan agar produksi pangan tetap terjaga hingga panen.

“Kami terus menerus mendorong dan mendukung praktek-praktek kegiatan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)” ujar Suwandi.

Sesuai dengan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang menekankan kepada semua jajaran Kementerian Pertanian untuk terus mengawal dan menuntaskan masalah-masalah pertanian seperti hama dan serangan penyakit agar produksi pangan nasional tetap terjaga.

Recent Posts

Kemenhaj Minta Jemaah Umtah Tenang Atas Terdampaknya Penerbangan Akibat Abu Vulkanik

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan,…

12 jam yang lalu

Kementan Ajak Alumni Peternakan Jadi Penggerak Hilirisasi dan Kesejahteraan Peternak

MONITOR, Purwokerto – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi…

13 jam yang lalu

Panen Demplot Pupuk Hayati Cair Organik di Kabupaten Bandung Naikkan Produksi Padi

MONITOR, Bandung – Para petani di Ciparay Kabupaten Bandung sumringah. Produksi padi yang menerapkan pupuk…

16 jam yang lalu

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

MONITOR, Yogyakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia menekankan pentingnya penguatan pelindungan…

20 jam yang lalu

Prodi K3 Polteknaker Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes

MONITOR, Jakarta - Program Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker)…

1 hari yang lalu

Kemenhaj Gelar CAT PPIH 2027 Non Nakes Serentak, Gandeng BKN untuk Perkuat Transparansi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam pelaksanaan Computer…

2 hari yang lalu