BERITA

Pimpinan Berang, PSI Kritik Usulan Kenaikan Gaji Anggota DPRD DKI

MONITOR, Jakarta – Masyarakat Jakarta belakangan ini dikejutkan oleh ulah anggota DPRD DKI yang mengajukan anggaran Rencana Kerja Tahunan (RKT) dalam APBD DKI 2021. Angkanya cukup fantastis yakni sebesar Rp888.681.846.000.

Anggaran sebesar itu diusulkan untuk mebiayai semua kegiatan 106 anggota DPRD DKI. Apabila anggaran ini disepakati, maka satu orang anggota dewan bisa mendapat Rp 8 miliar dari semua kegiatan kedewanan yang diikutinya selama satu tahun.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pun langsung bereaksi dengan munculnya usulan anggaran RKT ini. Melalui Ketua DPW PSI Jakarta Michael Victor Sianipar, meminta dan mendesak agar semua kader PSI yang duduk sebagai anggota DPRD DKI untuk menolak usulan anggaran RKT Rp 888 miliar tersebut.

Menurut Michael, tidak elok jika hak-hak anggota DPRD mengalami kenaikan di saat pandemi COVID-19 terjadi dan banyak orang sedang kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan pendapatan

“Kami dari pihak DPW PSI memutuskan menolak usulan anggaran RKT. Keadaan ekonomi sedang berat. Pengangguran melonjak. Saat ini publik membutuhkan keteladanan dari para pemimpinnya dan para wakilnya di parlemen,” tegasnya.

Sontak saja, ocehan PSI membuat para politisi yang berkantor di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, kagat bukan kepalang. Pasalnya, kader partai PSI di DPRD DKI di klaim, ikut menyetujui usulan anggaran RKT tersebut.

“PSI setuju kok dan ikut tanda tangan dengan adanya kenaikan anggaran untuk kegiatan dewan. Ini kok aneh jadi ngoceh dan ribut di luar,” ujar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik kepada wartawan, Selasa (1/12)

“Jangan begitu lah, harus fair. Mau menerima RKT, tapi nama ingin bagus di luar. Ini namanya merusak institusi,” sambung Taufik.

Taufik pun mengaku, ia dan Ketua DPRD DKI Jakarta kecewa dengan apa yang sudah dilakukan PSI. “Jujur kami di pimpinan dewan kecewa dengan sikap PSI,”tegasnya.

Menurut Taufik, kalau menolak, seharusnya berdebat di dalam tidak perlu pencitraan, dengan bilang menolak RKT di luar.

“PSI ini mau menang banyak. Pencitraan boleh, tapi tolong jangan rusak citra institusi,” terangnya.

Dijelaskan Taufik, RKT telah dibahas dan disepakati semua fraksi di DPRD DKI. Angka Rp888 miliar sudah mencakup semua item kegiatan secara satuan, mulai, kunjungan kerja (kunker), kunjungan dalam kota, peninjauan, sosialisasi pancasila, sosialisasi perda, reses, dan kegiatan alat kelengkapan dewan (AKD).

Saya sebagai Ketua Pansus RKT DPRD DKI tegaskan semua fraksi telah menyepakati. Makanya, ini saya luruskan. Saya tegaskan, teman-teman PSI setuju,” pungkasnya.

Recent Posts

Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil…

59 menit yang lalu

Menteri UMKM: KUR Jadi Instrumen Perluasan Akses Modal Produktif UMKM

MONITOR, Bali – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa Kredit…

5 jam yang lalu

FISIP UIN Jakarta dan LW MUI Dorong Wakaf Produktif untuk Pemberdayaan Sosial

MONITOR, Jakarta -Wakaf produktif perlu dikembangkan dari praktik filantropi keagamaan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, pendidikan,…

18 jam yang lalu

Akademisi Ilmu Komunikasi Soroti Celah Pengawasan Pemilu di Era Digital

MONITOR, Konawe - Digitalisasi pemilu tidak otomatis menjamin integritas suara. Tanpa transparansi data, verifikasi berjenjang,…

1 hari yang lalu

IPW Dukung Kapolri Perkuat Layanan Publik, Dorong Akses Langsung ke Kapolda dan Kapolres

MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) mendukung langkah Kapolri Jenderal Suyudi dalam memperkuat pelayanan…

1 hari yang lalu

Wamenaker Tekankan Pentingnya Pelatihan dan Akses Kerja bagi Anak Muda

MONITOR, Surabaya — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya pelatihan kerja yang sesuai dengan…

2 hari yang lalu