Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin
MONITOR, Jakarta – Masuknya partai Gerindra dalam lingkaran istana tak membuat elektabilitas partai pimpinan Prabowo Subianto ini menurun. Buktinya, dalam beberapa survei menunjukkan elektabilitas Gerindra di mata publik justru naik.
Pengamat politik Ujang Komarudin menilai partai Gerindra saat ini tengah memainkan politik dua kaki. Di satu sisi, Gerindra bergabung dengan koalisi pemerintah. Sisi lain, Gerindra tetap menjadi oposisi kritis yang tak lelah mengkritisi kebijakan pemerintah.
“Gerindra itu main di dua wilayah, satu main di pemerintahan dengan adanya Menhan dan Menteri KKP, disaat yang sama, Fadli Zon itu tetap mengkritik pemerintah, itulah yang membuat pemerintah itu pusing,” kata Ujang Komarudin saat berkunjung ke kantor redaksi Monitor.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini menilai posisi Gerindra ini sangat menguntungkan, sehingga elektabilitas Gerindra di beberapa survei naik.
“Itu yang membuat elektabilitas Gerindra naik. Dari hasil lembaga survei itu menunjukkan memang naik, karena itu, dalam konsteks politik ini tidak disukai,” pungkas Ujang.
MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat sinergi untuk menyiapkan…
MONITOR, Makkah – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan proses kepulangan jemaah haji Indonesia dari Arab…
MONITOR, Jakarta – Ambisi mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi tinggi,…
MONITOR, Madinah — Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, melakukan kunjungan ke Saudi German…
MONITOR, Jakarta - Paripurna DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kerja sama internasional guna mendukung transformasi industri…