Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin
MONITOR, Jakarta – Masuknya partai Gerindra dalam lingkaran istana tak membuat elektabilitas partai pimpinan Prabowo Subianto ini menurun. Buktinya, dalam beberapa survei menunjukkan elektabilitas Gerindra di mata publik justru naik.
Pengamat politik Ujang Komarudin menilai partai Gerindra saat ini tengah memainkan politik dua kaki. Di satu sisi, Gerindra bergabung dengan koalisi pemerintah. Sisi lain, Gerindra tetap menjadi oposisi kritis yang tak lelah mengkritisi kebijakan pemerintah.
“Gerindra itu main di dua wilayah, satu main di pemerintahan dengan adanya Menhan dan Menteri KKP, disaat yang sama, Fadli Zon itu tetap mengkritik pemerintah, itulah yang membuat pemerintah itu pusing,” kata Ujang Komarudin saat berkunjung ke kantor redaksi Monitor.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini menilai posisi Gerindra ini sangat menguntungkan, sehingga elektabilitas Gerindra di beberapa survei naik.
“Itu yang membuat elektabilitas Gerindra naik. Dari hasil lembaga survei itu menunjukkan memang naik, karena itu, dalam konsteks politik ini tidak disukai,” pungkas Ujang.
MONITOR, Madiun - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mendorong penyelenggaraan Expo UMKM &…
MONITOR, Makassar — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan daerah melalui…
MONITOR, Semarang - Pengembangan Al-Qur’an Isyarat di Indonesia terus bergerak maju, mulai dari aspirasi komunitas…
MONITOR, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melantik Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren pertama serta empat…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pekerja…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meluncurkan hotline pengaduan “Bongkar Mafia Haji dan…