Ilustrasi: Kantor Kementerian KKP
MONITOR, Jakarta – Kebijakan ekspor benih lobster kembali dipersoalkan. Ini setelah penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepulangnya dari lawatan ke Amerika.
Ya, pasalnya Edhy beserta rombongan KKP ditangkap lembaga anti rasuah pimpinan penyidik Novel Baswedan lantaran diduga terlibat kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster.
Terkait hal ini, Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) Susan Herawati mengaku pihaknya sudah mengingatkan KKP tentang penetapan perusahaan eksportir benih lobster.
“Sedari awal kami mengingatkan KKP soal penetapan eksportir ini. Kalau bicara soal partisipasi publik, enggak semua orang dilibatkan,” kata Susan Herawati, dalam program Mata Najwa, Rabu (25/11).
Ia menilai, penetapan eksportir saja terlihat sangat tidak transparan dan penuh tanya tanya.
“Kita lihat penetapan dalam perusahaan yang dapat izin itu juga banyak pertanyaan besar. Semua yang diambil keputusannya itu kita lihat ruangnya tertutup,” ungkap Susan.
MONITOR, Pandeglang - Sebanyak 275 mahasiswa baru STAI dan STKIP Syekh Manshur Pandeglang mendapat tiga…
MONITOR, MIRI, SARAWAK - Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S. menerima Aquaculture Lifetime Achievement…
MONITOR, Padang – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkomitmen memperkuat pendampingan bagi pengusaha…
MONITOR, Jakarta - Pelantikan 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi…
MONITOR, Tanjungpinang - Indonesia dinilai memiliki modal strategis untuk memainkan peran lebih besar dalam ekonomi…
MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta peserta Talent and Innovation Hub (TIH) memastikan…