Ilustrasi: Kantor Kementerian KKP
MONITOR, Jakarta – Kebijakan ekspor benih lobster kembali dipersoalkan. Ini setelah penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepulangnya dari lawatan ke Amerika.
Ya, pasalnya Edhy beserta rombongan KKP ditangkap lembaga anti rasuah pimpinan penyidik Novel Baswedan lantaran diduga terlibat kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster.
Terkait hal ini, Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) Susan Herawati mengaku pihaknya sudah mengingatkan KKP tentang penetapan perusahaan eksportir benih lobster.
“Sedari awal kami mengingatkan KKP soal penetapan eksportir ini. Kalau bicara soal partisipasi publik, enggak semua orang dilibatkan,” kata Susan Herawati, dalam program Mata Najwa, Rabu (25/11).
Ia menilai, penetapan eksportir saja terlihat sangat tidak transparan dan penuh tanya tanya.
“Kita lihat penetapan dalam perusahaan yang dapat izin itu juga banyak pertanyaan besar. Semua yang diambil keputusannya itu kita lihat ruangnya tertutup,” ungkap Susan.
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 509.684 kendaraan keluar wilayah Jabotabek pada…
MONITOR, Tangerang — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga…
MONITOR, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pekerja kompeten menjadi salah satu kunci…
MONITOR, JAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak semestinya berhenti…
MONITOR, LEBAK – Peserta KKN Nusantara dari delegasi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Manshur…
MONITOR, Bangka – Sejarah Pulau Bangka tidak dapat dipisahkan dari timah. Sejak masa kolonial, komoditas…