Puji Rizieq Shihab, Rocky Gerung Sebut Petamburan Markas Akal Sehat

"Saya kira orang selalu keliru melihat Habib Rizieq“

Pengamat Politik Rocky Gerung (dok: DPP PKS)

MONITOR, Jakarta – Pengamat Politik, Rocky Gerung, memuji sosok Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan menyebut kediamannya di Petamburan, Jakarta, sebagai markas akal sehat.

Hal itu disampaikan oleh Rocky Gerung saat menanggapi banyaknya massa yang datang ke kediaman Rizieq Shihab di Petamburan dalam satu pekan terakhir ini.

Rocky mengungkapkan bahwa kedatangan massa ke kediaman Rizieq Shihab merupakan hal yang wajar, karena Rizieq Shihab dinilai sebagai sosok yang cerdas dan mampu membaca keinginan publik.

Menurut Rocky, banyak orang yang menganggap Rizieq Shihab itu orang yang radikal. Namun, Rocky menilai, stigma itu terbantahkan dengan sendirinya karena Rizieq Shihab sebenarnya adalah tokoh yang menghargai kemajemukan.

“Saya kira orang selalu keliru melihat Habib Rizieq. Jadi orang punya frame Habib Rizieq sejak sebelum reformasi atau awal reformasi karena secara retorika Habib Rizieq memang begitu. Bahasa tubuhnya radikal, suka ambil poin yang sensasional,” ungkapnya seperti dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, Jakarta, Senin (16/11/2020).

Lebih lanjut, Rocky menyebut bahwa Rizieq Shihab adalah sosok yang memiliki kemampuan intelektual yang luar biasa. Hal itu lah menurut Rocky yang membuat publik percaya dengannya.

“Habib Rizieq punya pengetahuan sejarah bangsa yang lengkap, dia tahu bagaimana kondisi politik disusupi kepentingan agama. Dia mengerti bagaimana negeri ini berupaya keluar dari stigma,” ujarnya.

Rocky mengatakan, Rizieq Shihab telah belajar bagaimana membuat spektrum perpolitikan yang lebar. Caranya, menurut Rocky, adalah dengan menerima berbagai pikiran dan ide majemuk di kediamannya di kawasan Petamburan.

Sampai-sampai, Rocky Gerung menyebut rumahnya di Petamburan adalah markas akal sehat. Pasalnya, semua yang datang ke sana tak hanya yang berasal kalangan Islam tapi juga ada yang dari agama lain, bermaksud untuk berdiskusi dengan akal sehat dan keinginan yang unik.

“Dia (Rizieq Shihab) belajar, paham mesti bikin spektrum politiknya lebar. Dia menerima pikiran yang majemuk di Petamburan, markas akal sehat. Sebutan itu datang karena semua yang di situ ingin diskusi dengan akal dan keinginan unik yaitu bercakap di dalam perbedaan. Itu hanya bisa dilakukan dengan akal sehat. Kalau tidak, cuma debat kusir,” katanya.

Seperti diketahui, sejak kepulangan Imam Besar FPI Rizieq Shihab pada Selasa (10/11/2020) lalu, masyarakat ramai-ramai datang ke kediamannya di kawasan Petamburan, Jakarta.

Bahkan, sejumlah tokoh politik seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan rombongan, Tokoh Reformasi Amien Rais, serta Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mengunjungi Rizieq Shihab di Petamburan.

Terakhir, pada Sabtu (14/11/2020), Rizieq Shihab mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menyelenggarakan pernikahan putrinya. Dalam acara yang dikabarkan menghadirkan ribuan tamu itu, ternyata tak hanya ummat Islam yang hadir, ada juga ummat agama lain seperti salah satunya adalah Iyut yang merupakan aktivis buruh yang menyampaikan keluhannya terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja.