Kodam Kasuari Gelar TFG Latihan Pengamanan VVIP

“Apa yang menjadi kekurangan dalam perencanaan akan dievaluasi dan disempurnakan”

Kodam XVIII/Kasuari menggelar TFG dalam pelaksanaan Latihan Pengamanan VVIP Kodam XVIII/Kasuari 2020 digelar di Ruang Yudha Makodam XVIII/Kasuari, Trikora Arfai 1, Manokwari, Papua Barat, Rabu (11/11/2020). (Pendam XVIII/Kasuari)

MONITOR, Manokwari – Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVIII/Kasuari, Brigjen TNI Ferry Zein, mengungkapkan bahwa pihaknya menggelar Tactical Floor Game (TFG) dalam pelaksanaan Latihan Pengamanan VVIP Kodam XVIII/Kasuari 2020 digelar di Ruang Yudha Makodam XVIII/Kasuari, Trikora Arfai 1, Manokwari, Papua Barat, Rabu (11/11/2020).

Usai mengikuti jalannya latihan, Ferry mengatakan, melalui TFG, para Prajurit Kodam XVIII/Kasuari telah berlatih dan mendapatkan gambaran tentang Rencana Operasi (Renops) yang sudah dibuat dan disusun serta dikendalikan dengan menggunakan waktu sebagai alat kendali dalam penyiapan Latihan Pengamanan VVIP.

“Di dalam latihan ada Tim Evaluasi sehingga nantinya apa yang menjadi kekurangan dalam perencanaan akan dievaluasi dan disempurnakan, dari Rencana Operasi untuk selanjutnya dijadikan sebagai Perintah Operasi (PO),” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima MONITOR, Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Ferry menilai, latihan itu sangat bermanfaat bagi Prajurit Kodam XVIII/Kasuari dan semua unsur yang terlibat guna memberikan gambaran betapa rumitnya merencanakan suatu operasi terkait dengan Pengamanan VVIP. 

Lebih lanjut, Ferry menyampaikan, dalam Pengamanan VVIP, Pangdam XVIII/Kasuari sebagai Pangkoops tidak hanya mengendalikan pasukan di darat saja tetapi juga ada unsur Satgas udara dan laut.

Selaku Wakil Komandan Latihan, Ferry menekankan, sehebat apapun latihan yang dilakukan namun bila menimbulkan korban, maka latihan itu dianggap tidak berhasil. Oleh karena itu, dipesankan agar memperhatikan faktor keamanan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.

“Nantinya dalam pelaksanaan Drill Tempur agar dilakukan pengamanan pada setiap kegiatan dengan baik sehingga tidak terjadi hal-hal yang merugikan, baik personel maupun materil,” ujarnya.

Ferry juga mengatakan, kepada para peserta latihan agar memperhatikan masalah etika di lapangan. Ferry juga berpesan, jangan bertindak arogan terhadap masyarakat dan merugikan masyarakat di dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ferry juga meminta untuk perhatikan dan ingatkan jajaran di lapangan untuk dapat bertindak persuasif. Selain itu, lanjut Ferry, juga laksanakan koordinasi yang ketat selama kegiatan dan manfaatkan atau berdayakan dan pelatih yang ada saat ini, yaitu dari Paspampres untuk menggali dan menanyakan hal-hal yang perlu dipahami dalam kegiatan latihan.

“Kepada para pelatih, berikan pemahaman kepada para para Prajurit kita bahwa latihan Pengamanan VVIP ini merupakan salah satu bagian dari kemampuan yang harus kita kuasai. Oleh karena itu, mari kita siapkan anggota kita untuk bisa melaksanakan kegiatan ini dengan baik. Laksanakan pengecekan kepada personel dan materiIl sebelum, selama dan sesudah latihan,” katanya.

Sekadar informasi, TFG merupakan metode uji Renops menggunakan sarana floor game untuk mengantisipasi permasalahan yang kemungkinan dapat terjadi pada pelaksanaan operasi. TFG pada latihan Pengamanan VVIP ini dilaksanakan agar Prajurit dan Satuan TNI yang terjun di lapangan dapat memberikan perlindungan kepada seseorang yang dianggap sangat penting atau pejabat negara dari ancaman dan gangguan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Hadir dalam kegiatan TFG tersebut, Pamen Ahli Kodam XVIII/Kasuari terkait, para Asisten dan Kabalakdam XVIII/Kasuari, Polda Papua Barat, Basarnas, unsur pengamanan hotel dan Bandara Rendani Manokwari, serta penyelenggara, pelatih, pendukung dan peserta latihan.