HUMANIORA

Kemenag dorong Penguatan Regulasi Rumah Moderasi Beragama di PTKI

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) terus mendorong penguatan regulasi Rumah Moderasi Beragama yang saat ini sudah berdiri 29 di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) agar lebih eksis dengan program-program strategis untuk mendesiminasikan keagamaan yang moderat.

Hal tersebut mengemuka pada Rapat Pembahasan Petunjuk Teknis Rumah Moderasi Beragama Diktis Kemenag RI di Hotel Harris Vertue, Jakarta, Rabu (11/11/2020).

Direktur Jenderal Pendidkan Islam, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani mengatakan keberadaan RMB sangat penting untuk mendesimansikan gagasan dan paham keagamaan yang moderat di kalangan civitas akademika PTKI.

“Pemikiran dan gerakan ekstrim kanan yang kerap mempertanyakan ulang konses kebangsaan harus ditarik ke tengah dan itu tugas civitas akademika PTKI”, tegas Guru Besar UIN Sunan Gunung Jati Bandung.  

Ramdhani menegaskan kalangan PTKI sebenarnya tidak perlu risau, karena selama ini tidak ada masalah dengan komitmen kebangsaan dan komitmen keagamannya. “Kita harus mempunyai tanggungjawab untuk memberikan penceraham kepada masyarakat agar nilai-nilai tasamuh, tawazun, I’tidal dan amar ma’rif nahi munkar,” terang Dhani. 

Dhani mensinyalir adanya kelompok masyarakat yang berkembang akhir-akhir ini, kerap mengedepankan nahi mungkar dari pada amar ma’ruf. “Kita kedepankan mengajak yang baik dulu (amar ma’ruf) jangan langsung nahi mungkar, sehingga wajah Islam terlihat damai,” tegasnya.

Ramdhani menambahkan jika RMB dikaitkan dengan Tri Darma PT maka gagasan moderasi beragama adalah bagian dari pengabdian kepada masyarakat. “Nilai-nilai moderasi beragama harus diinsersi ke dalam salah satunya melalui kegiatan KKN untuk meneguhkan kembnali ruang-ruang kesepakatan bersama,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Prof. Dr. Suyitno, M.Ag mengatakan keberadaan RMB adalah menjadi pusat kajian moderasi beragama, melali riset, seminar dan worksop.”RMB adalah bank data dari kajian-kajian moderasi beragama yang akan dijadikan landasan kebijakan”, terangnya.

Selain itu lanjut Guru Besar UIN Raden fatah Palembang RMB menjadi pusat pendidikan dan pelatihan issu-issu keberagamaan dan kebangsaan. “Para ASN dilingkungan PTKI harus clear dan clean beragama dan berbangsanya, jangan sampai ada yang terpapar intoleran dan radikal,” ujar Suyitno.

Suyitno juga memandang penting agar RMB memberikan pendampingan dan advokasi akan problem-problem intoleransi dan radikalisme di Indonesia dan itu dibutuhkan untuk menajamkan peran pengabdian masyarakat kalangan kampus.

Dihadapan para Kasubdir, Kasi dan JFU serta akademisi, Suyitno berpesan agarmelengkapi Juknis RMB dengan naskah akademik untuk pengembangan satker agar RMB menjadi lembaga resmi yang akan sarat makna dan fungsi.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kasubdit Ketenagaan Syafi’i, Kasubdit Akademik Mamat Salamat Burhanuddin, Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama M. Adib Abdushomad, Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Suwendi, Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Ruchman Basori, Kasubbag TU Diktis Abdulloh Hanif dan sejumlah Kasi dan JFU dilingkungan Diktis.(RB)

Recent Posts

Kemenhaj Minta Jemaah Umtah Tenang Atas Terdampaknya Penerbangan Akibat Abu Vulkanik

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan,…

6 jam yang lalu

Kementan Ajak Alumni Peternakan Jadi Penggerak Hilirisasi dan Kesejahteraan Peternak

MONITOR, Purwokerto – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi…

6 jam yang lalu

Panen Demplot Pupuk Hayati Cair Organik di Kabupaten Bandung Naikkan Produksi Padi

MONITOR, Bandung – Para petani di Ciparay Kabupaten Bandung sumringah. Produksi padi yang menerapkan pupuk…

9 jam yang lalu

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

MONITOR, Yogyakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia menekankan pentingnya penguatan pelindungan…

14 jam yang lalu

Prodi K3 Polteknaker Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes

MONITOR, Jakarta - Program Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker)…

1 hari yang lalu

Kemenhaj Gelar CAT PPIH 2027 Non Nakes Serentak, Gandeng BKN untuk Perkuat Transparansi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam pelaksanaan Computer…

2 hari yang lalu