PERTANIAN

Produktivas Pertanian Sumbawa Meningkat Berkat Dam Parit Kementan

MONITOR, Sumbawa – Sektor pertanian di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, mengalami peningkatan produktivitas. Hal ini tidak terlepas dari pembangunan dam parit yang dilakukan Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pembangunan Dam parit dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya El-Nino atau musim kering. Dam parit diharapkan bisa menampung air hujan dan mengairi sawah sehingga mampu meminimalisir kerugian petani

“Dengan dam parit, kebutuhan air untuk pertanian menjadi terpenuhi, utamanya saat musim kemarau. Oleh karena itu, pembangunan dam parit harus dekat kawasan pertanian sebagai upaya konservasi air yang tepat guna. Hal ini juga tidak terlepas dari pengelolaan dan pemeliharaan yang baik dari Poktan yang ada di sekitar dam parit, semua harus bersama-sama menjaganya,” katanya, Rabu (11/10/2020).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, mengatakan dam parit harus bisa meningkatkan luas areal tanam dan peningkatan angka produksi pertanian.

“Sehingga yang menjadi skala prioritas alokasi kegiatan dam parit pertanian adalah pada lokasi yang rawan terdampak bencana kekeringan akibat anomali iklim,” katanya.

Sarwo Edhy menambahkan, pembangunan dam parit di Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah baik tingkat pusat maupun daerah untuk mengantisipasi kekurangan air irigasi yang sering terjadi terutama pada musim kemarau.

“Dengan adanya dam parit air sungai dapat ditahan dan ditampung untuk selanjutnya dapat dialirkan ke lahan pertanian sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman dan luas areal tanam komoditas pertanian,” katanya.

Para petani melalui ketua kelompok dan penyuluh pertanian sebagai pembina di tingkat lapangan, menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo, Dirjen PSP Sarwo Edhy, dan Direktur Irigasi Pertanian Rahmanto yang sudah mengalokasikan pembangunan Dam Parit untuk mengatasi kekurangan air di lahan pertaniannya.

Menurut ketua poktan Orong Sekoyo, pembangunan dam parit dilakukan swadaya oleh anggotanya agar dam parit dapat selesai dibangun.

Orong Sekoyo mengatakan bahwa sebelum ada pembangunan dam parit indeks pertanaman (IP) rata-rata 200 meningkat setelah adanya dam parit indeks pertanaman (IP) menjadi 300, dengan luas lahan 35 Ha.

“Produktifitas tanaman jagung yang ditanam di MK II setelah dibangunnya embung adalah sebesar 70,01 kw/ha meningkat dari sebelumnya yang hanya rata-rata 60,00 kw/ha,” katanya.

Recent Posts

Dua Tahun Asta Cita: Kemenag Perkuat Pendidikan, Nutrisi Santri, Ekonomi Umat, dan Kerukunan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengungkap sejumlah program yang menjangkau jutaan masyarakat dalam dua tahun…

6 jam yang lalu

MUI: Penundaan Pelaksanaan Wajib Halal Menunjukkan Kekurang Siapan

MONITOR, Jakarta - Ketua Bidang Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI), DR. KH Masyhuril Khamis, SH.,…

17 jam yang lalu

Menhaj: Belanja Haji Capai 4 Triliun, UMKM Daerah Harus Ambil Peluang

MONITOR, Gowa - Penyelenggaraan haji bukan hanya urusan perjalanan dan ibadah. Aktivitas jutaan jemaah dan…

17 jam yang lalu

Kawendra Dorong HKTI Kawal Aspirasi Petani, Bantuan Ayam Petelur dan 20 Etalase Disalurkan di Lumajang

MONITOR, Lumajang - Anggota DPR RI Kawendra Lukistian mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten…

2 hari yang lalu

HKTI Lumajang Dorong Hilirisasi Pertanian, PAC di 21 Kecamatan Diminta Dampingi Petani

MONITOR, Lumajang - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang mendorong percepatan hilirisasi produk pertanian…

2 hari yang lalu

MUI Desak Penegakan Hukum Tegas terhadap Pelaku Karhutla, Serukan Salat Istisqa dan Qunut Nazilah

MONITOR, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku…

2 hari yang lalu