PERTANIAN

Mojokerto Digelontori Kementan Tambahan Pupuk Bersubsidi 8.993 Ton

MONITOR, Mojokerto – Untuk mengatasi keterbatasan pupuk di kalangan petani di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur sejak tiga bulan lalu, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menambah pupuk bersubsidi sebanyak 8.993 ton.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pemerintah telah mengatur alokasi pupuk sesuai Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Dalam penyalurannya pun tetap akan berbasis e-RDKK yang sudah ditentukan alokasinya.

“Kalau ada kelangkaan pemerintah siap intervensi. Kesediaan pupuk dipastikan ada, apalagi ini masuk masa tanam. Stok pupuk diperkirakan aman hingga akhir tahun,” kata Mentan SYL, Senin (19/10).

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengungkapkan, pupuk bersubsidi dialokasikan untuk petani yang berhak. Kriteria petani yang berhak mendapat pupuk bersubsdi meliputi, tergabung dalam Kelompok Tani, terdaftar dalam e-RDKK dan memiliki luas lahan kurang dari 2 ha.

“Kami mengingatkan alokasi pupuk bersubsidi harus diawasi agar tepat sasaran, dan kuota pupuk hanya bagi kelompok tani sesuai e-RDKK. Bagi yang tidak sesuai kriteria, silakan menggunakan pupuk non subsidi,” ujar Sarwo Edhy.

Selain itu, lanjut Sarwo Edhy, Kementan juga terus mengupayakan agar anggaran untuk alokasi pupuk subsidi bisa ditambah. Dan usulan Kementan ini telah disetujui Kementerian Keuangan yang akan menambah kekurangan alokasi pupuk subsidi sekitar 1 juta ton, atau senilai Rp 3,14 triliun.

“Alhamdulillah disetujui. Penyelesaian seluruh dokumen anggaran sedang dilakukan percepatan untuk percepatan penambahan alokasi pupuk subsidi,” ungkap Sarwo Edhy.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko mengatakan, realisasi tambahan alokasi pupuk subsidi itu menyusul Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK) yang disetujui untuk menutup kekurangan pupuk bersubsidi sebesar 9.000 ton.

“Pasokan pupuk ini dapat mencukupi kekurangan pupuk subsidi di kalangan petani yang sudah terjadi sejak tiga bulan lalu. Kebutuhan pupuk subsidi kita mencapai 2.000 per bulan sehingga pasokan pupuk yang kita peroleh kini dapat mengatasi kebutuhan dan dipastikan mencukupi sampai tiga bulan ke depan,” ungkapnya.

Teguh menambahkan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mojokerto tentang Tambahan Alokasi Pupuk Subsidi, nantinya pupuk bersubsidi tersebut akan dipasok oleh distributor Petrokimia Gresik ke seluruh kios-kios sesuai e-RDKK di masing-masing wilayah Kecamatan.

“Dalam pekan ini akan mulai didistribusikan ke masing-masing kios di Kecamatan sesuai kebutuhan e-RDKK,” jelasnya.

Tambahan alokasi pupuk subsidi yang diterima Mojokerto sebanyak 8.993 ton, rinciannya 5.071 ton pupuk jenis urea, 358 ton SP-36, 3.328 ton ZA, dan 236 ton pupuk organik sedangkan NPK Ponska.

“Pasokan pupuk bersubsidi kita sebelumnya hanya 31 persen dari kebutuhan petani yang mencapai 28 ribu ton, dengan tambahan alokasi ini kita pastikan aman sampai akhir tahun. Selain itu, dengan adanya tambahan alokasi pupuk subsidi ini sehingga sudah terserap penuh. Kika ada kekurangan pupuk subsidi maka kami akan segera mengajukan lagi,” pungkasnya.

Recent Posts

Profil Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Amal Fathullah dan Jasanya bagi Pesantren

MONITOR, Ponorogo - Pondok Modern Darussalam Gontor kehilangan salah satu pendidik terbaiknya. Prof. Dr. KH…

1 jam yang lalu

HAB Ke-80, Wamenag Minta ASN Kemenag Jaga Integritas dan Hidup Sederhana

MONITOR, Yogyakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i memberi pesan khusus pada Hari…

2 jam yang lalu

DPR: Penanganan Bencana Sumatra Diperlukan Badan Khusus

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menyarankan pemerintah, membentuk…

3 jam yang lalu

Haji Pindah ke Kementerian Baru, Kemenag Fokus Berdayakan Rumah Ibadah

MONITOR, Jakarta - Pasca pengalihan penuh penyelenggaraan haji ke Kementerian Haji, Kementerian Agama mengalihkan fokus…

6 jam yang lalu

Gelar Bimtek Pemvisaan Haji 2026, Perkuat Akurasi Dokumen Jemaah

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Haji dan Umrah RI menggelar Bimbingan…

7 jam yang lalu

HAB ke-80, Menag Minta ASN Kemenag Warnai AI dengan Konten Mencerahkan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa umat beragama saat ini menghadapi tantangan…

9 jam yang lalu