POLITIK

Stop Polemik Pilkada, Bangsa Butuh Legitimasi Kebijakan di Tengah Pandemi

MONITOR, Jakarta – Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, mengungkapkan bahwa bangsa ini sedang membutuhkan legitimasi guna menjalankan roda pemerintahan di setiap daerah.

Hal itu disampaikan Eddy saat menanggapi masih adanya polemik atau pro kontra terkait pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 dalam acara diskusi virtual yang dinisiasi oleh Pemuda Muhammadiyah, Jakarta, Sabtu (10/10/2020).

Untuk itu, menurut Eddy, tak perlu diperdebatkan lagi mengenai seberapa penting melaksanakan Pilkada Serentak 2020. Namun, fokus utamanya adalah bagaimana melahirkan pemimpin definitif lewat pesta demokrasi lima tahunan itu.

Harapannya, Eddy menuturkan, yakni mampu mengeksekusi secara cepat dan tepat persoalan daerah di tengah pandemi Covid-19. 

“Mengambil tindakan kedaruratan di daerah itu membutuhkan kepemimpinan yang efektif. Tidak bisa dilaksanakan dengan kepemimpinan yang sifatnya temporer,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (11/10/2020).

Eddy menekankan, keputusan pelaksanaan Pilkada 2020 sudah bulat, tapi dengan menerapkan protokol kesehatan yang super ketat. Bila dilaksanakan sesuai prosedur, hal ini diyakini bakal menjadi kunci kesuksesan pesta rakyat yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020 mendatang itu. 

“PAN pun sudah melakukan protokol kesehatan yang kurang lebih sama, kita tidak hanya sekedar memenangkan paslon. Tapi kita juga mau menang secara bertanggungjawab dengan cara mengingatkan, tim tetap memenangkan pertarungan itu dengan mengutamakan disiplin kesehatan,” ujarnya. 

Eddy menambahkan, PAN sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kadernya di Indonesia dan tim pemenangan pasangan calon (paslon). Intinya, tidak memberikan toleransi kepada pelanggar protokol kesehatan dalam rangka memenangkan paslon di Pilkada 2020. Sanksi pun akan diterapkan, mulai dari pemberhentian tim pemenangan paslon, sampai dengan sanksi organisasi yang lebih berat.

“Ini adalah momentum terbaik bagi kami, untuk mendekat kepada masyarakat bahwa gini loh partai politik itu, bisa memberikan pendidikan positif bahwa kita taat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, mengaku sepakat dengan apa yang disampaikan Sekjen PAN Eddy Soeparno. Hasto menekankan, kampanye di tengah pandemi Covid-19 wajib mentaati protokol kesehatan.

“Pilkada di tengah pandemi ini tidak ada niatan sedikitpun mengorbankan rakyat. Kita justru ingin memberikan kepastian tetapi dengan syaratnya harus membangun disiplin total,” ungkapnya.

Hasto mengajak seluruh elemen untuk hindari istilah-istilah yang bisa mereduksi persatuan. PDIP sendiri, Hasto mengatakan, tidak ingin adanya perang survei di Pilkada 2020, namun menyerahkan kepada rakyat yang memegang kedaulatan tertinggi sebagai pengambil keputusan, siapa yang akan menjadi calon pemimpinnya.

“Mari kita hindari istilah-istilah yang bisa mereduksi persatuan kita. Kita sudah begitu banyak masalah jangan terlibat masalah di internal rakyat kita juga tidak ingin faktor elektoral hanya menjadi fungsi utama partai politik,” ujarnya.

Recent Posts

Sengketa Sawit, Indonesia Minta Izin WTO Bekukan Kewajiban ke Uni Eropa

MONITOR, Jakarta - Pemerintah Indonesia akan mengajukan permintaan penangguhan konsesi atau  kewajiban lainnya yang ditujukan…

4 jam yang lalu

DPR: Kesepakatan Dagang Indonasia-Amerika Harus Beri Manfaat Seimbang

MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, menilai rencana kesepakatan persetujuan…

7 jam yang lalu

Kemenhaj Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Libatkan UMKM

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi…

9 jam yang lalu

Wujudkan Religiusitas yang Socially Impactful di Bulan Ramadan, Diktis Kemenag Salurkan Santunan untuk Yatim Piatu

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama…

9 jam yang lalu

Kemenag Tantang Rohis Warnai Medsos dengan Konten Islami Positif

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengajak santri Rohani Islam (Rohis) untuk mewarnai media sosial dengan…

13 jam yang lalu

Pecahkan Rekor 14 Tahun, Pertumbuhan Industri 2025 Lampaui Ekonomi Nasional

MONITOR, Jakarta - Sektor industri pengolahan nasional terus memperkokoh perannya sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.…

16 jam yang lalu