PENDIDIKAN

Pendidikan Pancasila Harus Diberikan Sejak Dini

MONITOR, Jakarta – Mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudi Latif, mengungkapkan bahwa pendidikan soal Pancasila harus diberikan sejak dini karena Pancasila bisa membentuk emosi personal.

Hal itu disampaikan Yudi Latif saat menjadi pembicara kunci di webinar Bedah Buku ‘Pancasila untuk Tunas Bangsa’ yang diselenggarakan oleh Institut Sarinah (InSari), Jakarta, Sabtu (26/9/2020). 

“Semakin dini Pancasila diberikan, semakin baik, karena Pancasila bisa membentuk emosi personal dan emosi publik yang positif bangsa. Perilaku Generasi Z yang mencerminkan lima moralitas kebajikan Pancasila akan menjadi indikator keberhasilan pembentukan karakter di sekolah,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (27/9/2020).

Sementara itu, Ketua InSari Eva Sundari, yang menjadi moderator acara menjelaskan bahwa tema webinar didesain sesuai misi organisasinya yaitu menyelenggarakan program-program untuk Nation and Character Building.

“InSari selain mengembangkan pemikiran-pemikiran terkait feminisme kebangsaan berbasis Pancasila juga melakukan pemberdayaan masyarakat bertema sama. Kali ini targetnya adalah para bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan guru SD,” ujarnya.

Narasumber lain, Sunarsih, seorang guru PAUD di Parung Panjang, Bogor, mengatakan bahwa buku ‘Pancasila untuk Tunas Bangsa’ itu sangat berguna, termasuk untuk metode daring di masa pandemi saat ini.

“Buku ini membantu kami, karena aktivitasnya konvensional tetapi dengan pemaknaan baru yaitu membangun kecintaan kepada negeri, alam, sesama manusia dan Tuhan dengan media bantu yang ada di sekitar rumah siswa,” katanya. 

Kemudian Heny Supolo, dari Yayasan Cahaya Guru, mengaku antusias mengendorse buku karya A.S Poerbasari yang merupakan anggota InSari yang juga dosen Universitas Indonesia (UI) tersebut untuk diberikan juga ke siswa hingga kelas 6.

“Buku ini berisi afeksi berupa cinta, welas asih dan kebaikan sehingga siswa menjadi pribadi positif yang berjiwa merdeka sekaligus tangguh. Buku ini bahkan bisa membangkitkan kecerdasan spiritual karena ROSO dihidupkan,” ungkapnya. 

Senada dengan itu, Ketua Komnas Pendidikan Jawa Timur (Komnasdik Jatim) Kunjung Wahyudi, menyatakan bahwa buku tersebut membantu membangun lima bentuk kesadaran berdasar lima sila Pancasila. Mengutip Erbe Sentanu pengarang Quantum Ikhlas, Wahyudi menegaskan, Pancasila harus dihadirkan di hati dan nafas siswa agar menjadi pedoman hidup karena sejatinya Pancasila sudah ada dalam diri kita dan lahir dari mata air kesadaran kita.

Kemudian Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, sebagai narasumber terakhir menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap buku Pancasila untuk Paud dan SD tersebut dan berharap InSari melanjutkan menerbitkan buku-buku sejenis untuk jenjang pendidikan lebih tinggi.

Selain itu, Djumadi juga mengatakan perlunya payung hukum bagi upaya pengajaran Pancasila di dunia pendidikan.

“Kabupaten Nganjuk siap menyelenggarakan web simulasi buku ini dan saya akan mendalami mengusulkan Perbup untuk penyelenggaraan pendidikan Pancasila di pendidikan dasar di Kabupaten Nganjuk,” ujarnya.

Eva Sundari menambahkan bahwa kegiatan InSari setelah bedah buku adalah mengorganisir web-workshop atau web-training untuk 2000 guru PAUD dan SD di 30 kabupaten di Jawa Timur terkait buku Pancasila untuk Tunas Bangsa tersebut.

“Dalam kegiatan di 11 titik tersebut, InSari akan bekerjasama dengan KomNas Pendidikan dan Himpaudi Jawa Timur,” katanya.

Recent Posts

Komdigi Terbitkan Aturan Baru Registrasi Kartu Seluler 2026

MONITOR, Jakarta - Pemerintah menetapkan aturan baru registrasi kartu seluler yang memberi kendali penuh kepada…

3 jam yang lalu

Kick Off Tadris Edisi Perdana, JIMM Jakarta Angkat Isu Civil Islam

MONITOR, Jakarta - Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) Jakarta menghelat Tadarus Isu Strategis (Tadris) dengan…

4 jam yang lalu

Dukung Program MBG, Ultrajaya Investasi Rp1,14 Triliun

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memastikan kesiapan industri pengolahan susu nasional dalam mendukung…

6 jam yang lalu

Aset Rp7,9 T, Bank Kaltimtara Didorong Jadi Motor Kredit UMKM

MONITOR, Jakarta - Dengan aset yang telah mencapai Rp7,9 triliun, Bank Kaltimtara dinilai memiliki potensi…

7 jam yang lalu

Hasil Seleksi Administrasi KIP 2026, Pansel Tetapkan 378 Pendaftar Lolos

MONITOR, Jakarta - Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota Komisi Informasi Pusat periode 2026–2030 resmi mengumumkan…

8 jam yang lalu

Strategi Kemenag Dongkrak Indeks Wakaf Nasional 2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Waryono Abdul Ghafur mengatakan indeks…

10 jam yang lalu