PERTANIAN

Standarisasi Kualitas Produk, Singosari Lakukan Sertifikasi Benih Indigofera

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya menjaga standarisasi kualitas produk. Salah satunya, Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Ditjen PKH, yaitu Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari.

Tim dari Direktorat Pakan Ditjen PKH melakukan penilaian kebun sumber benih Indigofera zollingeriana varietas Gozoll Agribun di Singosari. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses sertifikasi kebun sumber benih indigofera BBIB Singosari.

“Sertifikasi kebun benih ini dilaksanakan untuk melegalkan produksi indigofera yang terjamin mutunya, berkelanjutan, dan terjamin ketersediaannya,” ujar Direktur Jenderal PKH, Nasrullah.

Proses sertifikasi ini diawali dengan permohonan penetapan kebun sumber benih dan rekomendasi produsen indigofera atas permintaan dari BBIB Singosari kepada Dit. Pakan Ditjen PKH. Kemudian dilakukan peninjauan langsung ke BBIB Singosari untuk menilai kelayakan kebun sumber benih.

“Tinjauan langsung ini dilakukan oleh Tim Penilai Kelayakan teknis yang terdiri dari Pemulia Tanaman dari Badan Litbang Kementan, Pengawas Mutu Pakan Dit. Pakan, dan BPMSP Bekasi,” imbuh Nasrullah.

Dikatakan Nasrullah, kebun sumber benih harus memenuhi persyaratan-persayaratan, seperti harus memenuhi syarat tanah dan iklim yang meliputi ketinggian tempat, topografi, drainase, kesuburan tanah, jenis tanah, keasaman tanah, dan curah hujan di lokasi kebun sumber benih.

Lalu ada persyaratan lainnya seperti lokasi yang meliputi aksesibilitas. Aksesibilitas ini merupakan kemudahan akses ke lahan tersebut, ketersediaan dan tata kelola air, harus terisolasi dari jenis tanaman lain, memiliki luasan lahan untuk legum minimal 2500m2 dan untuk rumput pada satu hamparan minimal 3000m2.

“Selain itu, ada juga syarat keamanan lahan yang meliputi status lahan dan bukan berada di daerah endemik penyakit Organisme Pengganggu Tumbuhan lalu harus aman dari gangguan banjir longsor, dan berada di daerah pengembangan peternakan,” jelasnya.

Dari hasil penilaian oleh Tim penilai, kebun sumber benih BBIB Singosari dinyatakan memenuhi standar kelayakan dan tahap selanjutnya akan dikeluarkan SK Penetapan Kebun Sumber Benih Indigofera.

Kemudian SK Penetapan Kebun Sumber Benih yang akan dikeluarkan menjadi dasar untuk diterbitkan Sertifikat Benih Bina oleh BPMSP Bekasi.

Sebagai informasi, Benih Bina adalah benih dari varietas unggul tanaman pakan ternak dimana produksi dan peredarannya diawasi.

Sementara itu, Plt. Kepala BBIB Singosari, Agung Suganda, menyebut standariasi kualitas produk dengan melakukan sertifikasi benih indigofera ini merupakan suatu upaya tanggung jawab untuk selalu meningkatkan dan mengembangkan layanan kepada masyarakat.

Harapannya, semakin banyak produk BBIB Singosari yang tersertifikasi akan semakin meningkatkan layanan dari BBIB Singosari.

Permintaan masyarakat yang semakin meningkat terhadap benih Indigofera juga mendorong BBIB Singosari untuk melakukan sertifikasi Indigofera sebagai jaminan benih unggul agar dapat diproduksi lebih maksimal dan dapat diedarkan kepada masyarakat.

“BBIB Singosari sebagai salah satu unit Badan Layanan Umum (BLU) yang ada di Kementerian Pertanian, memiliki semua tanggung jawab itu dan kami berkomitmen betul,” ujar Agung.

Diketahui, Indigofera adalah hijauan pakan ternak jenis leguminosa pohon yang memiliki kualitas nutrisi yang tinggi. 1 hektar Indigofera bisa memenuhi kebutuhan untuk 10 ekor sapi. Indigofera memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sehingga sangat baik untuk penggemukan ternak.

“Pembudidayaan yang mudah dan sangat baik sebagai pakan ternak ini membuat tanaman ini sangat diminati oleh masyarakat,” tutur Agung.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo juga mendukung upaya BBIB Singosari untuk melakukan sertfikasi Benih Indigofera ini sebagai upaya peningkatan kualitas produk. Menurutnya hal ini sejalan upaya pemerintah mensejahterakan masyarakat khususnya peternak.

“Pemerintah terus mendukung upaya peningkatan mutu dan kualitas dengan sertifikasi ini. Intinya untuk membuat kemudahan dan kesejahteraan di masyarakat,” kata Menteri SYL.

Recent Posts

Kementerian UMKM Alokasikan Anggaran Percepatan Pemulihan UMKM Pascabencana di Aceh

MONITOR, Banda Aceh – Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan dukungan…

23 jam yang lalu

FKDT dan Masa Depan Pendidikan Keagamaan di Indonesia

Oleh: Akhmad Sururi Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, pendidikan Indonesia tidak cukup…

1 hari yang lalu

Indonesia Usung Isu Pembiayaan Inklusif dan Ekosistem Kewirausahaan di Forum APEC

MONITOR, Guangzhou, Cina - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan komitmen…

2 hari yang lalu

Kemenhaj Minta Jemaah Umtah Tenang Atas Terdampaknya Penerbangan Akibat Abu Vulkanik

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan,…

2 hari yang lalu

Kementan Ajak Alumni Peternakan Jadi Penggerak Hilirisasi dan Kesejahteraan Peternak

MONITOR, Purwokerto – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi…

2 hari yang lalu

Panen Demplot Pupuk Hayati Cair Organik di Kabupaten Bandung Naikkan Produksi Padi

MONITOR, Bandung – Para petani di Ciparay Kabupaten Bandung sumringah. Produksi padi yang menerapkan pupuk…

2 hari yang lalu