MEGAPOLITAN

Stok Menipis, Depok Tambah Peti Jenazah Covid-19 Sebanyak 25 Unit

MONITOR, Depok – Unit Pelayanan Tehnis (UPT) Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, menambah stok peti mati untuk jenazah Covid-19. Hal ini menyusul meningkatnya pasien Covid-19 yang meninggal.

“Iya (pengajuan tambahan). Senin (14/09) kemarin sudah ada penambahan (peti jenazah) karena stoknya sudah mau habis,” kata Kepala UPT Pemakaman DLHK Kota Depok Hasudungan saat dikonfirmasi MONITOR, Rabu (16/09).

Hasudungan menyebut, adapun penambahan peti mati yang diterima pihaknya adalah sebanyak 25 unit. Namun, sebanyak empat unit telah dipergunakan pada Selasa (15/09), lantaran ada warga yang harus dimakamkan sesuai dengan standar protokol kesehatan Covid-19.

“Kemarin kepakai empat unit, tiga untuk jenazah dari rumah sakit di Depok dan satu dari rumah sakit di Jakarta,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala UPT Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Hasudungan mengatakan hingga Minggu (13/09) ketersedian peti mati untuk jenazah pasien Covid-19 di UPT-nya telah menipis.

“Data di kami, dari 10 April sampai 13 September kemarin ada sebanyak 121 peti (jenazah) yang sudah kami keluarkan,” kata Hasudungan kepada MONITOR, Senin (14/09) pagi.

Namun demikian, Hasudungan mengatakan, dirinya belum dapat memastikan ratusan peti mati yang dikeluarkan tersebut tepakai untuk korban postif Covid-19 atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

Sebab, menurut dia, terkait status pasien yang meninggal hanya pihak rumah sakit yang mengetahui penyebab meninggalnya. UPT pemakaman hanya menjalankan prosedur tetap (protap).

“Kami keluarkan sesuai protap. Kita nggak bisa menjust korban positif atau PDP, itu hanya pihak rumah sakit yang tahu,” jelasnya.

Lebih lanjut Hasudungan mengatakan, hingga saat ini peti jenazah untuk pasien Covid-19 di UPT-nya hanya tersisa 3 unit. Hal tersebut tidak terlepas dari semakin meningkatnya jumlah pasien Covid-19 yang meninggal.

“(Stok) sudah mulai menipis, di gudang kami hanya tersisa 3 unit. Rencananya kami mau ambil di Sentra Medika 1 (orang) untuk dimakamkan hari ini,” pungkasnya.

Recent Posts

DPR: KUHP dan KUHAP Baru Jamin Aktivis Tak Bisa Asal Dipenjara

MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menjelaskan reformasi hukum pidana dengan terbitnya…

1 jam yang lalu

Haji 2026, Pemerintah Perkuat Petugas dan Layanan Ramah Perempuan

MONITOR, Jakarta - Pemerintah menegaskan komitmennya menghadirkan layanan haji yang ramah perempuan melalui penguatan kualitas…

3 jam yang lalu

Tinjau IKN, Menag Harap Rumah Ibadah di IKN Jadi Simbol Kerukunan Beragama

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau progres pembangunan fasilitas rumah ibadah di Ibu…

5 jam yang lalu

Eks Menag Yaqut Tersangka, DPR: Kerja Pansus Tidak Sia-sia

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus Ketua Panja Haji 2025, Abdul…

6 jam yang lalu

Buka Diklat PPIH 2026, Menhaj Gus Irfan: Fokus Bahasa Arab dan Disiplin

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah resmi membuka Pendidikan dan Latihan (Diklat) Petugas Penyelenggara…

10 jam yang lalu

Wamenag Minta ASN Kemenag Hadir di Tengah Keberagamaan Umat

MONITOR, Garut - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara…

13 jam yang lalu