BERITA

Golkar Minta BPK dan KPK Awasi Ketat Anggaran Covid-19 DKI

MONITOR, Jakarta – Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut turut mengawasi penggunaan anggaran dalam penanganan Covid-19 di Jakarta.

Pasalnya, ada anggaran triliunan yang kabarnya digunakan dalam penanganan Covid-19. Salah satu anggaran yang digunakan berupa bantuan sosial (bansos) untuk membantu warga yang terdampak Covid-19.

“Ingat ada anggaran triliunan rupiah dalam mengatasi Covid-19 ini. BPK dan KPK harus ikut mengawasi, jangan sampai ada penyimpangan dalam penggunaan anggaran ini,” ujar Baco kepada MONITOR, Senin (14/9).

Sekretaris DPD Partai Golkar Jakarta ini mengatakan, pihaknya khawatir ada orang-orang yang justru menikmati anggaran sangat besar tersebut.

“Saya khawatir ada oknum-okunum yang justru tersenyum dengan adanya musibah ini, dengan memanfaat anggaran yang begitu besar dalam penanganan Covid-19. Apalagi setahu saya dalam pengadaan bantuan sosial semua tidak dilakukan dengan proses lelang melainkan dengan penunjukan langsung (PL),” ungkapnya.

“Ini yang harus kita waspadai. Jangan sampai ada sebagian orang senang, tetapi di sisi lain orang menderita karena Covid-19 ini,” tegasnya.

Apalagi kata Baco, dalam penanganan Covid-19 ini DKI akan menggunakan dana cadangan yang jumlahnya Rp 1,4 triliun dan dana pinjaman ke BUMN yang nilainya Rp 12,5 trilunan yang semua tanpa pernah dikoordinasikan terlebih dahulu kepada DPRD sebagai mitra kerja eksekutif.

“Jadi anggaran untuk Covid – 19 di DKI ini begitu besar dan harus diawasi,” tandasnya.

Baco pun menyoroti kepedulian Pemerintah Pusat yang membantu Pemerintah DKI dalam penanganan Covid-19 hingga Rp 4 triliunan. Menurutnya, perhatian pemerintah pusat saat ini juga harus dihargai oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Pemerintah DKI harus juga menghargai perhatian pemerintah pusat. Dimana semua keputusan apapun yang akan diambil DKI dalam penanganan Covid-19, seyogyanya dibicarakan terlebih dahulu dengan pemerintah pusat. Diantaranya saat akan memberlakukan kembali PSBB,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Pemprov DKI mengalokasikan dana bansos dalam pos Belanja Tak Terduga (BTT) dalam APBD DKI yang nilainya mencapai Rp 5,3 triliun.

Recent Posts

Dikritik Prabowo, Fahri Hamzah Dorong Arah Kebijakan Perumahan Kembali ke Ekonomi Kerakyatan

MONITOR, Jakarta– Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, mendorong evaluasi menyeluruh terhadap…

2 jam yang lalu

55 ribu Kendaraan Melintas Pada Jalur Fungsional Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi Segmen Gending-Situbondo

MONITOR, Jakarta - Dalam rangka mendukung kelancaran arus lalu lintas selama libur Hari Raya Idulfitri…

4 jam yang lalu

Pertamina Patra Niaga Hadirkan SPBU Modular di Jalur Mudik Rawan Kemacetan

MONITOR, Jakarta – Pertamina Patra Niaga sebagai Subholding Downstream PT Pertamina (Persero) terus memperkuat kesiapan layanan…

4 jam yang lalu

Kemenperin Sosialisasikan Permenperin 2/2026 untuk Perkuat Tata Kelola Lingkungan di Kawasan Industri

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus berkomitmen untuk memperkuat daya saing industri melalui penguatan tata…

5 jam yang lalu

Terjadi Insiden di KM 40 A Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Petugas Lakukan Aksi Cepat Evakuasi

MONITOR, Cikampek — Telah terjadi insiden di KM 40+200 A arah Cikampek Ruas Jalan Tol…

6 jam yang lalu

Menaker: Hubungan Industrial Harus Dibangun atas Dasar Kepedulian

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menegaskan hubungan industrial harus dibangun atas dasar kepedulian…

6 jam yang lalu