PERTANIAN

Kementan Perkuat Program Kemitraan Eksportir

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) berusaha untuk menggenjot ekspor, dengan mensinergikan hulu dengan hilir salah satunya melalui pengembangan korporasi berbasis komoditi tanaman pangan. Hal ini lantaran nilai ekspor komoditas tanaman pangan Indonesia terus meningkat, meski di tengah pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19). Berdasarkan catatan Kementerian Pertanian (Kementan), peningkatan komoditas tanaman pangan sebesar 14 persen.

Peluang ekspor komoditas tanaman pangan Indonesia masih sangat besar, beberapa Negara di Eropa, Afrika dan Asia Tenggara telah mengkonfirmasi permintaan produk tanaman pangan Indonesia seperti beras premium, beras organik, jagung, ubi jalar, kacang hijau, porang, dan lainnya. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi dalam rapat virtual koordinasi bersama para eksportir komoditas tanaman pangan beserta Instansi Pemerintah dan stake holder terkait lainnya di Jakarta 9 September 2020.

Suwandi mengatakan, dengan upaya penguatan ekspor melalui pengembangan korporasi maka program ini diharapkan akan dapat menjamin ketersediaan sarana produksi, permodalan, hingga jaminan pasar melalui peran serta eksportir,” sebutnya.

Ia berharap nantinya para eksportir dapat berposisi sebagai Off Taker bagi para produsen (Poktan/Gapoktan). Dalam konsep ini diharapkan adanya kemitraan antara Produsen, Eksportir dan Lembaga Permodalan (Perbankan).

Pada kesempatan yang tersebut, beberapa eksportir menyampaikan beberapa permasalahan terkait dengan kendala teknis di negara tujuan ekspor seperti persyaratan Food Safety, uji laboratorium terkait kandungan Mikrobiologi tertentu di produk beras yang diekspor, perlunya penggunaan teknologi Sinar Gamma untuk produk manga yang akan masuk ke Rusia dan sebagainya.

Pihak Perbankan (Bank BNI dan Bank Mandiri) yang juga hadir di tempat tersebut menyatakan siap mendukung program peningkatan ekspor komoditi tanaman pangan. Joko, dari Bank Mandiri menyatakan perlunya untuk membina eksportir yang sebelumnya hanya sebagai supplier untuk dapat naik kelas/dikembangkan menjadi Eksportir langsung (Direct Expoter). “Bank Mandiri siap memfasilitasi dari sisi pembiayaan,” sebutnya.

Kepala Pusat Kepatuhan dan Informasi Perkarantinaan – Badan Karantina Pertanian, Junaidi pada kesempatan yang sama menyatakan bahwa Badan Karantina Pertanian memiliki program 1.000 Desa Gratieks dalam rangka mendukung Program Tiga Kali Lipat Ekspor yang telah dicanangkan Bapak Menteri Pertanian.

Program ini ditujukan bagi wilayah/desa yang memiliki keunggulan produk yang berorientasi ekspor, memerlukan kerjasama yang baik antara Pemerintah Pusat, Daerah, Perbankan dan Eksportir. Selain hal tersebut sebagai lembaga yang mengeluarkan dokumen pengeluaran terkait ijin persyaratan sanitari dan fitosanitari sebagai berpersyaratan teknis ekspor. “Pada prinsipnya, kami di pusat beserta UPT di daerah siap melayani pelaku usaha eksportir,” sebut Junaidi

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Gatut Sumbogodjati merencanakan rapat koordinasi bersama para eksportir dan instansi terkait lainnya akan dilakukan secara berkala dalam rangka menggenjot ekspor komoditi tanaman pangan. “Ini kesempatan baik untuk mempertemukan semua pihak bersama mengakselerasi ekspor,” pungkas Gatut.

Recent Posts

Kemenag Siapkan Lima Program untuk Perkuat Masa Depan Santri dan Pesantren

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mempersiapkan lima program untuk memperkuat masa depan santri dan pesantren.…

1 hari yang lalu

Jasa Marga Optimalkan Preservasi Jalan Tol untuk Jaga Keandalan dan Kelancaran Perjalanan

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Maintenance…

1 hari yang lalu

Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi bagi Pekerja Terdampak PHK

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjelaskan persyaratan dan mekanisme pendaftaran program pelatihan vokasi bagi…

1 hari yang lalu

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

MONITOR, Jakarta - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…

1 hari yang lalu

Menhaj Buka Expo UMKM di Yogyakarta, Dorong Produk Lokal Masuk Rantai Pasok Haji

MONITOR, Yogyakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong produk unggulan daerah masuk ke rantai…

1 hari yang lalu

Ketua IDI Lebak: Psikosomatik Bukan Sakit Pura-Pura, Stres Bisa Picu Keluhan Fisik

MONITOR, Lebak — Tekanan pikiran dan persoalan emosional tidak hanya memengaruhi kondisi psikologis, tetapi juga dapat…

1 hari yang lalu