PARLEMEN

Komisi VII Minta Pemerintah Naikkan Lifting Minyak Dalam Negeri

MONITOR, Jakarta – Komisi VII DPR RI hari ini (2/9) membahas asumsi-asumsi energi dan subsidinya di RAPBN 2021 bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Pembicaraan asumsi makro tahun 2021 dilaksanakan di ruang rapat Komisi VII DPR RI, Gedung Nusantara 1 Jakarta.

Anggota Komisi VII asal Fraksi PKS, Saadiah Uluputty menegaskan pembahasan asumsi makro  energy dan subsidinya,  Pihaknya meminta agar pemerintah meng-upgrade capaian lifting minyak nasional.

“Lifting minyak minimal harus 705 ribu barel perhari. Produksi di Blok Cepu sendiri dapat mencapai 235 ribu barel. Pemerintah tinggal memastikan blok-blok yang lain dapat memberikan kontribusi yang signifikan sehingga target lifting tersebut dapat tercapai”, tandas Saadiah Uluputty kepada wartawan di Jakarta (Rabu, 9/2).

Secara khusus, pihaknya berharap  pemerintah serius menaikkan produksi minyak dalam negeri agar visi lifting minyak 1 juta barel pada tahun 2030 harus dimulai dari sekarang.

“Langkah-langkah konkrit perlu dijalankan. Realitas rendahnya pencapaian target lifting tahun sebelumnya tidak dapat dijadikan pembenaran. Aktivitas eksplorasi harus gencar dilakukan untuk penemuan ladang baru”, tegas Saadiah.

 Iklim inevstasi bidang energi detail Saadiah,  mesti digairahkan oleh pemerintah dengan kebijakan insentif berupa kemudahan-kemudahan serta stimulus lainnya. “Jangan sampai visi 1 juta barel di tahun 2030 ini hanya menjadi mimpi hampa”, Saadiah mengingatkan.

Dalam kebijakan makro, pemerintah menetapkan proyeksi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) tahun 2021 pada kisaran 42-45 dollar per barel. Saadiah memandang jika proyeksi ICP perlu direvisi.  

Dia menyebut jika prediksi dari Energi Information Administration (IEA) AS bahwa harga Crude Oil (CO) dunia sekitar US$ 50 /barrel. “Dengan menimbang Covid-19 di tahun 2021 mulai mereda bersamaan dengan ditemukannya vaksin dan obat Covid-19”, imbuhnya.

Dampak derivatifnya sinyalemen Saadiah, perekonomian dunia mulai bergerak dan membutuhkan energi lebih besar lagi untuk mendorong pergerakan ekonomi tersebut. Bahkan Goldman, seperti dikutip cnbc Indonesia.com, 01 September 2021, memperkirakan harga Brent akan naik ke US $ 65/ barrel pada kwartal ketiga 2021 dan rata – rata US$ 59,40 untuk tahun ini. Dan dengan melihat harga CO dunia per hari ini yg sudah menyentuh antara US$ 42,94 – 45,68/barrel.

“Idealnya proyeksi harga CPI untuk tahun 2021 di kisaran antara US$ 45 – 55. Dengan kurs rupiah terhadap US$ 1 adalah Rp 15.000”, katanya.

Recent Posts

Puan: Budaya Pilah Sampah Harus Jadi Gerakan Nasional Demi Lindungi Kesehatan dan Masa Depan Kota

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut baik kebijakan yang akan diterapkan Pemprov…

5 jam yang lalu

Antisipasi Ancaman Hantavirus, Waka Komisi IX DPR Minta Pintu Masuk RI Diperketat dan Perkuat Fasilitas Kesehatan

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini meminta Pemerintah untuk melakukan…

11 jam yang lalu

Legislator Dorong Pelaku Pencabulan Santriwati Dapat Pemberatan Hukuman dengan UU TPKS

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq mendorong agar pelaku pencambulan puluhan…

11 jam yang lalu

Kemenperin Resmikan Pabrik Kawat Baja dengan Nilai Investasi Rp300 Miliar di Subang

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus mendorong transformasi dan kemandirian industri logam nasional melalui peningkatan…

12 jam yang lalu

FGD LS-ADI di Palu: Pendidikan Berkarakter Jadi Kunci Hadapi Krisis Lingkungan

MONITOR, Palu - Organisasi Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI) menggelar Focus Group Discussion…

13 jam yang lalu

Menaker: Kebersamaan Perkuat Ketenagakerjaan Hadapi Tantangan Global

MONITOR, Cianjur — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa kekuatan Indonesia dalam menghadapi tantangan global tidak hanya…

16 jam yang lalu