Penggiat media sosial Denny Siregar (dok: medcom)
MONITOR, Jakarta – Gugatan yang diajukan lembaga penyiaran RCTI dan Inews membuat publik geram. Pasalnya, masyarakat khawatir jika gugatan tersebut dikabulkan maka penggunaan media sosial akan dibatasi.
Melihat fenomena ini, Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara. Ia menilai kegaduhan yang tengah terjadi saat ini menunjukkan bahwa perusahaan media tengah panik. Bahkan ia menilai, mereka tidak siap dengan perubahan digital hari ini.
“Ributnya @tempodotco dengan para influencer dan sibuknya @OfficialRCTI supaya medsos dibatasi UU Penyiaran, menunjukkan perusahaan media panik dengan pergeseran ekonomi dari media mainstream ke media sosial,” kritik Denny Siregar, dalam keterangannya di twitter yang dikutip MONITOR, Senin (31/8).
Ia pun menyarankan agar perusahaan media segera beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Mau seberapa keras kalian melawan? Beradaptasilah atau mati digilas zaman,” pungkasnya memberikan saran.
MONITOR, Malang — Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Pesantren menggelar Rapat Koordinasi Perkemahan…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira menyoroti maraknya penyebaran…
MONITOR, SORONG SELATAN – Pembangunan Rumah ke-1 Type 36 Semi Permanen di Kampung Sesor, Distrik Wayer,…
MONITOR, Purwakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meninjau secara langsung perkembangan usaha penerima bantuan modal Tenaga…
MONITOR, Jakarta — Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, menilai manuver komunikasi yang dilakukan tim…
MONITOR, Bandung - Besarnya ekonomi Jawa Barat belum otomatis berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat. Di…