BERITA

Rate Covid-19 di Jakarta Lebihi Batas Aman WHO, Ini Instruksi Wagub DKI

MONITOR, Jakarta – Kasus Covid19 di Ibukota sudah memasuki kondisi yang mengkhawatirkan. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menyebut wilayah Jakarta masih dalam situasi berbahaya karena tingginya positivity rate melebihi batas aman WHO.

Melihat kondisi ini, Riza Patria pun mengajak semua gugus tugas penanganan Covid-19 di tingkat RW terus meningkatkan kinerja dan mengambil langkah berani untuk memutus penyebaran virus tersebut.

“Kepada semua Bapak/Ibu di tingkat gugus tugas RW bersama jajarannya, bahwa kita membutuhkan peran yang lebih baik lagi untuk mendukung berbagai upaya menanggulangi COVID-19 ini. Sesuai dengan arahan dari Pak Gubernur di berbagai kesempatan, agar kita bisa terus meningkatkan kinerja kita dalam menekan virus corona,” jelas Riza Patria melalui pertemuan virtual semua petugas gugus Covid-19 tingkat RW seluruh wilayah Jakarta.

Riza Patria pun menyoroti persoalan sosial dan keamanan dimasa pandemi. Menurutnya, Gugus Tugas juga perlu mempertimbangkan permasalahan sosial dan keamanan. Antisipasi dan deteksi dini perlu dilakukan terkait masalah sosial yang mungkin timbul sebagai dampak persoalan ekonomi.

“Kita tidak ingin terjadi masalah keamanan. Masalah ini akan muncul apabila masalah sosial semakin meningkat. Jadi mulai sekarang kita harus antisipasi, mulai dari masalah kesehatan, ekonomi, sosial, dan keamanan,” imbaunya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Wagub Ariza mengimbau beberapa hal yang dapat dikerjakan oleh Gugus Tugas di sejumlah RW terdampak COVID-19 atau yang termasuk dalam Wilayah Pengendalian Ketat (WPK), yaitu:

  1. Melakukan patroli 3M, yaitu Menggunakan masker, Mencuci tangan dengan sabun, dan Menjaga Jarak. Patroli dapat dilakukan bekerja sama dengan arang taruna yang direkrut RT/RW.
  2. Membentuk kader COVID-19 (1 rumah 1 kader)
  3. Memastikan akses keluar masuk wilayah selama pandemi dibuat menjadi satu pintu, serta dilakukan pemeriksaan protokol kesehatan terhadap warga yang akan melintas.
  4. Menyediakan tempat cuci tangan (wastafel) umum.
  5. Memasang spanduk pada lokasi strategis agar masyarakat lebih meningkatkan kepedulian dalam rangka upaya pencegahan COVID-19.
  6. Melakukan pendataan dan pemantauan terhadap warga dengan risiko tinggi terpapar COVID-19;
  7. Melakukan pengawasan terhadap warga positif COVID-19 yang menjalankan isolasi mandiri;
  8. Menyebarkan informasi 3M melalui alat informasi umum seperti speaker tempat ibadah;
  9. Membuat Whatsapp Group untuk kemudahan dalam melakukan koordinasi dan pengawasan, yaitu Grup RT yang beranggotakan Kader di setiap rumah, serta Grup RW yang beranggotakan Kader Satgas tingkat RT, dan seterusnya.

“Bapak/Ibu semuanya, kita perlu terus menerima masukan dari bawah, isu apa yang terjadi dan apa saja yang perlu ditindaklanjuti. Koordinasi kerja sama yang baik dapat dilaksanakan dengan baik,” pungkasnya.

Recent Posts

Duga Ada Gembong Besar di 4 Kasus Penyelundupan Narkoba, Legislator: Ada Apa Dengan Lapas?

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Pareira menduga ada aktor besar…

2 jam yang lalu

Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2026 Perluas Akses dan Perkuat Daya Saing UMKM

MONITOR, Balikpapan – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem…

6 jam yang lalu

Cegah Judi Berkedok Permainan Anak, Legislator Dorong Evaluasi Semua Izin Arena Arkade

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap…

12 jam yang lalu

Kemenperin Pacu Kerja Sama Manufaktur Konkret dengan Belarus

MONITOR, Belarus - Hubungan industri antara Indonesia dan Belarus terus menunjukkan progres strategis di tengah…

13 jam yang lalu

Mahfuz Sidik Bekali Anggota DPRD Partai Gelora Seni Komunikasi dan Strategi Politik Hadapi Pemilu 2029

MONITOR, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidik, menegaskan pentingnya kemampuan…

13 jam yang lalu

Waka Komisi VII DPR: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Sekadar Ubah Jalur Penjualan Komoditas

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mengingatkan agar kebijakan ekspor…

14 jam yang lalu