KRIMINAL

Polres Depok Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Wanita dengan Mulut Terlakban, Ada 21 Adegan

MONITOR, Depok – Polres Metro Depok menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap Astri Oktavioni (36 tahun) yang ditemukan tewas dengan kondisi kaki dan tangan terikat serta mulut terlakban di sebuah apartemen di Depok pada Selasa (04/08/2020) malam.

Rekonstruksi yang digelar di tempat kejadian perkara (TKP) di apartemen di kawasan Beji pada Jumat (07/08) tersebut melibatkan tersangaka langsung dan pemeran pengganti sebagai korban.

Dari rekonstruksi tersebut, 21 adegan ditampilkan untuk mengetahui rangkaian pembunuhan yang dilakukan Faiq Maulana (38) saat menghabisi korban.

“Ada sebanyak 21 adegan yang diperagakan pada rekonstruksi tersebut,” ujar Kasubag Humas Polres Metro Depok, AKP Elly Padiansari saat dikonfirmasi, Jumat (07/08/2020).

Adapun rekonstruksi yang diperagakan, kata Elly, dimulai dari pelaku masuk ke dalam kamar bersama korban, hingga melakukan eksekusi dan meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP).

Karena itu, kata Elly, nantinya penyidik akan menganalisa kembali hasil rekonstruksi tersebut untuk kembali disesuikan dengan data-data yang telah diperoleh.

“Untuk hasil rekonstruksinya, nanti akan kita sesuaikan dengan hasil berita acara pemeriksaan (BAP),” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, jajaran Polres Metro Depok berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan terhadap Astri Oktavioni (36 tahun) yang ditemukan dengan kondisi kaki dan tangan terikat serta mulut terlakban di sebuah apartemen di Depok.

Pelaku adalah Faiq Maulana (38 tahun) warga Cilincing, Jakarta utara. Dia ditangkap di wilayah Bekasi.

“Pelaku ditangkap di tempat pelariannya di wilayah Bekasi,” kata Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah di Depok, Kamis, (06/08/2020).

Azis mengatakan, pengejaran terhadap terduga pelaku tersebut dimulai dari tempat kos-kosan hingga ke tempat kerjanya.

Kemudian, kata Azis, saat dilakukan penangkapan pelaku sempat melakukan perlawanan, sehingga petugas terpaksa menghadiahinya dengan timah panas.

“Saat ini kasusnya sedang kami kembangkan. Alhamdulilah pengungkapan kasus ini berlangsung cepat, kurang dari 24 jam. Motif (pembunuhan) masih kami dalami,” ujar Azis.

Recent Posts

Panen Ikan dan Jagung di Lampung Selatan, Prof Rokhmin: Ketahanan Pangan Harus Dimulai dari Desa

MONITOR, Lampung Selatan - Upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan dari…

8 jam yang lalu

Gelar Pelatihan Vokasi Batch 2, Kemnaker Buka Pendaftaran untuk 24 Kejuruan

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan daya…

8 jam yang lalu

KemenUMKM Perkuat Ekosistem Digital dan Kemitraan untuk Perluas Akses Pasar

MONITOR, Denpasar — Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menegaskan pentingnya penguatan ekosistem digital…

17 jam yang lalu

Kemenhaj Perkuat Layanan Jemaah di Jamarat pada Fase Mina

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan jemaah haji Indonesia pada fase Mina, khususnya…

18 jam yang lalu

Bantuan Sapi Kurban Presiden Dinilai Lebih Tepat Diposisikan sebagai Program Sosial Negara

MONITOR, Jakarta — Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, menilai bantuan…

1 hari yang lalu

Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Hadir di Berbagai Daerah untuk Perluas Akses Kompetensi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan melaksanakan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 Batch 2 di…

1 hari yang lalu