PERTANIAN

Panen Padi di Kapuas Hulu, Bupati Minta Tanam tidak Hanya Sekali Setahun

MONITOR, Kapuas Hulu – Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir melakukan panen perdana padi musim gadu milik petani di Desa Tani Makmur, Kecamatan Hulu Gurung, wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat di lahan seluas 97 hektar.

Setiap tahunnya petani di Desa Tani Makmur tersebut menghasilkan 170 ton beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan di Kecamatan Hulu Gurung, bahkan dipasarkan juga ke Kecamatan Jongkong dan Selimbau di wilayah Kapuas Hulu.

“Saya minta petani Kapuas Hulu tanam padi dilakukan dua kali dalam setahun, hal tersebut untuk meningkatkan produksi pertanian dalam ketahanan pangan,” kata Abang Muhammad Nasir, saat panen perdana padi milik petani di Kecamatan Hulu Gurung, Kapuas Hulu, Selasa (28/7).

Dikatakan Nasir, melakukan tanam padi dua kali dalam setahun dapat memulihkan perekonomian yang sempat lumpuh oleh COVID – 19.

“Bahkan jika berbicara pertanian, kata Nasir, Dinas Pertanian wajib melaporkan seminggu sekali ketersediaan pangan, kepada Menteri guna mengantisipasi kekurangan stok beras dan gula di tengah pandemi COVID – 19, khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu,” ujarnya

“Petani di Desa Tani Makmur itu patut berbahagia bisa melakukan panen padi, semoga kedepannya produksi hasil pertanian semakin di tingkatkan, namun yang tidak kalah penting lagi jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan,” tegas Nasir.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi meminta jajaran Dinas Pertanian di Kapuas Hulu bisa mendorong petani tanam padi minimal dua kali setahun.

“Akan lebih baik lagi bisa IP 300, artinya tanam tiga kali setahun. Dan itu sudah banyak dilakukan di bebeapa wilayah lain” tuturnya.

Seuwandi menegaskan kembali sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani, Kementan terus berkomitmen menyalurkan bantuan untuk budidaya dan penanganan pasca panen.

Suwandi menyatakan bahwa Kementan berkomitmen untuk menyediakan pangan 267 juta jiwa rakyat Indonesia secara mandiri.

“Supaya bisa lebih semangat berproduksi, Kementerian Pertanian memberikan bantuan berupa bantuan benih padi dan benih jagung, alat alat pasca panen, dan juga berbagai jenis alat pra panen serta permodalan dari KUR terus ditingkatkan,” terang Suwandi.

Recent Posts

Menaker: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal oleh AI

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengingatkan pekerja/buruh dan pengusaha agar tidak berhenti pada hubungan…

5 menit yang lalu

GNTI Salurkan Bibit Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

MONITOR, Serang - Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian…

4 jam yang lalu

Lonjakan Arus Libur Paskah 2026, Jasa Marga Catat 210 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

MONITOR, Jakarta – Momentum libur panjang Wafat dan Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah) mendorong peningkatan signifikan volume…

4 jam yang lalu

Prof Rokhmin: Ketahanan Pangan adalah Benteng Terakhir Daya Tahan Bangsa

MONITOR - Pakar kelautan sekaligus tokoh nasional, Prof Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa pangan bukan sekadar…

5 jam yang lalu

Wamen UMKM: Diplomasi Maritim Dorong Produk UMKM Tembus Pasar Global

MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendukung pelayaran muhibah KRI Bima…

8 jam yang lalu

Donor Darah Serentak Wanita TNI dan Dharma Pertiwi Pecahkan Rekor MURI, Libatkan 13 Ribu Lebih Pendonor

MONITOR, Jakarta – Aksi kemanusiaan berskala nasional yang digelar Wanita TNI bersama Dharma Pertiwi berhasil mencetak…

11 jam yang lalu