Kabar Haji

Wamenhaj Ungkap Perantau Sulsel Hibahkan Tanah Rp30 Miliar untuk Urusan Haji

MONITOR, Jakarta – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan kekagumannya terhadap kuatnya nilai harkat, martabat, dan empati yang ia sebut sebagai semangat “Siri’ na Pacce” dalam tradisi berhaji masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Gowa.

Wamenhaj mengaku antusias sejak pertama kali menerima undangan untuk berkunjung ke Sulawesi Selatan. Antusiasme itu bahkan semakin bertambah saat ia tiba langsung di Gowa.

“Saya ini sebenarnya sudah bersemangat ketika diminta datang ke Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Gowa. Tapi begitu sampai di sini, semangat itu jadi berlipat,” ucap Dahnil Anzar Simanjuntak pada acara Bimbingan Manasik dan Pelepasan Jemaah Haji Kabupaten Gowa Tahun 1447 H/2026 M, Sabtu (7/2/2026).

Menurut Wamenhaj, Sulawesi Selatan dikenal sebagai salah satu daerah dengan semangat berhaji yang luar biasa tinggi di Indonesia. Hampir selalu ada kisah-kisah istimewa dari jemaah haji asal Sulawesi Selatan, baik dari Makassar, Gowa, Bugis, maupun daerah sekitarnya.

“Haji itu bukan sekadar ibadah personal. Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, haji adalah bagian dari harga diri, kehormatan, dan empati sosial. Inilah yang saya sebut sebagai Siri’ na Pacce,” jelasnya.

Nilai Siri’ na Pacce itu, lanjut Wamenhaj, bahkan melampaui batas geografis Sulawesi Selatan. Ia mencontohkan peristiwa luar biasa yang terjadi bulan lalu, ketika menerima hibah tanah seluas lebih dari 2.000 meter persegi di Denpasar dengan nilai sekitar Rp30 miliar.

“Tanah itu berasal dari perantau Sulawesi Selatan. Yang luar biasa, mereka hanya mau tanah itu digunakan khusus untuk kepentingan haji,” ungkapnya.

Awalnya, tanah tersebut direncanakan untuk dihibahkan kepada Kementerian Agama. Namun setelah Kementerian Haji dan Umrah resmi terbentuk, hibah tersebut akhirnya diserahkan secara khusus kepada Kementerian Haji dan Umrah.

“Di situ saya melihat pesan Siri’ na Pacce yang sangat kuat. Ini bukti nyata kecintaan dan kepedulian masyarakat Sulawesi Selatan terhadap penyelenggaraan ibadah haji,” tambahnya.

Kunjungan ke Gowa pun meninggalkan kesan mendalam bagi Wamenhaj. Ia mengaku bahagia melihat kesiapan dan kerapian para jemaah, khususnya para ibu yang telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, serta para bapak yang memancarkan semangat yang sama.

Dalam pesannya kepada para ketua kloter, Wamenhaj menekankan pentingnya bimbingan yang tulus dan penuh empati.

“Bimbing jemaah agar meraih haji yang mabrur. Jadikan mereka duta kebaikan bukan hanya untuk Gowa, tapi juga untuk Indonesia,” pesannya.

Semangat Siri’ na Pacce, menurut Wamenhaj, adalah modal sosial yang sangat berharga untuk mewujudkan penyelenggaraan haji yang berkeadaban, berempati, dan bermartabat.

Recent Posts

Mahasiswa KKN Nusantara Dorong Tata Kelola Masjid di Leuwidamar

MONITOR, LEBAK – Peserta KKN Nusantara dari delegasi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Manshur…

15 menit yang lalu

Dari Timah ke Kopi Liberika, Harapan Baru Ekonomi Masyarakat Bangka Belitung

MONITOR, Bangka – Sejarah Pulau Bangka tidak dapat dipisahkan dari timah. Sejak masa kolonial, komoditas…

1 hari yang lalu

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Aceh Selatan Ikut Tandatangani Petisi

MONITOR, Aceh Selatan - Ribuan warga dari sejumlah gampong terdampak berkumpul di Masjid Jami' Al…

1 hari yang lalu

Hari Kemerdekaan: Masihkah Dua Puluh Persen untuk Pendidikan

Maria Ulfa(Dosen Ilmu Susastra, Prodi Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)…

1 hari yang lalu

Pesta Rakyat HUT Ke-81 RI di Monas Jadi Panggung Perkuatan Ekonomi UMKM

MONITOR, Jakarta — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimeriahkan salah satunya…

2 hari yang lalu

Respon Pidato Prabowo, Prof Rokhmin: Pertumbuhan Ekonomi Harus Berujung pada Lapangan Kerja dan Kesejahteraan

MONITOR, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi dan berbagai capaian pembangunan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam…

3 hari yang lalu